PRESIDEN SOEHARTO : KESEHATAN SAYA JAUH LEBIH BAIK

PRESIDEN SOEHARTO :

KESEHATAN SAYA JAUH LEBIH BAIK[1]

 

Mataram, Kompas

Presiden Soeharto menyatakan, berkat doa rakyat Indonesia, kesehatan dirinya ternyata jauh lebih baik daripada yang di perkirakan. Pernyataan tentang kesehatan Kepala Negara ini, merupakan pernyataan yang pertama yang disampaikan langsung oleh dirinya sendiri, sejak kembali dari pemeriksaan kesehatan di Jerman, hari Sabtu (13/7).

Ketika meresmikan pembukaan Pekan Nasional Pertemuan Kontak Tani Nelayan IX, Hari Krida Pertanian Ke-24, Hari Gerakan Koperasi Ke-49, dan Hari Gerakan Keluarga Berencana Nasional Ke-26, (Prestasi kencana) 1996 di Desa Dasan Geres, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), hari Selasa kemarin (16/7). Kegiatan kali ini dipusatkan di Lombok Barat, karena rakyat daerah ini telah menunjukkan keberhasilannya dalam membangun pertanian, perkoperasian dan keluarga berencana.

“Karena semuanya itulah, maka saya memerlukan datang ke Lombok, meskipun baru dua hari yang lalu saya tiba kembali ke Indonesia setelah memeriksakan kesehatan saya di luar negeri. Berkat doa rakyat Indonesia, kesehatan saya ternyata jauh lebih baik daripada yang diperkirakan. Karena itu, saya bersyukur yang tidak terhingga kepada Tuhan Yang Maha Esa, kata Presiden Soeharto di depan sekitar 12.000 orang peserta pekan nasional pertasi kencana (Penas) 1998.

Hadir pada acara ini antara lain Menteri Pertanian Sjariudin Baharsjah, Menteri Negara Kependudukan/BKKBN Haryono Suyono, Menteri Koperasi dan PPK Subiakto Tjakrawardaya, Gubernur NTB Warsito serta para pejabat tinggi sipil dari militer setempat.

Dalam sambutannya, Kepala Negara antara lain menyatakan, bangsa Indonesia perlu berbesar hati karena pembangunan yang selama ini dilaksanakan telah berhasil meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita juga telah dapat membangun landasan yang kukuh dan kuat untuk meningkatkan, mempercepat, memperluas, dan memperdalam pembangunan kita.” katanya.

Presiden mengemukakan,

“Meskipun demikian, kita tetap menyadari bahwa masih ada berbagai kekurangan yang harus kita perbaiki dan ada pula kesalahan-kesalahan yang harus kita luruskan. Pembangunan yang merupakan perjuangan besar untuk meningkatkan kualitas manusia dan kualitas masyarakat Indonesia memang tidak terancam.”

Dalam acara ini Presiden menyerahkan penghargaan Satya Lencana Pembangunan bidang pertanian dan koperasi kepada Gubernur NTB Warsito ; Gubernur Jawa Timur Basofi Sudirman, Gubernur Jawa Tengah Suwardi, Gubernur Kalimantan Tengah Warsito Rasman, Guberur Kalimantan Barat Aspar Aswin. Sedangkan Guberur Bengkulu Azis Ahmad, Gubernur Jawa Barat Nuriana dan Gubernur Sulawesi Selatan ZB Palaguna, memperoleh penghargaan Satya Lencana Wirya Karya.

Penas IX diikuti 27 propinsi, berlokasi di areal 16 ha dengan stand pameran berjumlah 150 buah. Acara ini merupakan cikal bakal pusat kegiatan pemerintahan dan Kantor Bupati Lombok Barat, menyusul dipindahkannya Ibu Kota Lombok Barat dari Mataram ke Desa Gerung.

Sumber : KOMPAS (17/07/1996)

______________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 761-763.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.