PRESIDEN SOEHARTO KERJASAMA ABRI AB MALAYSIA

PRESIDEN SOEHARTO KERJASAMA ABRI AB MALAYSIA

 

 

Presiden Soeharto mengharapkan kerjasama antara ABRI dan Angkatan Bersenjata Malaysia bisa ditingkatkan dalam rangka membina ketahanan nasional masing-masing negara dan juga ketahanan regional.

Hal itu dikemukakan Panglima Angkatan Bersenjata Malaysia Jenderal Tan Sri Hasyim Mohamad Ali kepada wartawan seusai mengadakan kunjungan kehormatan kepada Presiden Soeharto di Bina Graha, Senin pagi. Dalam pertemuan itu, Presiden Soeharto didampingi Pangab Jenderal TNI L.B. Moerdani sedangkan Pangab Malaysia disertai Dubes Malaysia untuk Indonesia Moh Khatib.

Jenderal Moh Ali mengatakan kunjungan kehormatan ini dilakukan karena ia belum lama ini telah diangkat sebagai Pangab (Panglima Angkatan Tentara) Malaysia. Kunjungan ini sudah biasa dilakukan setiap Pangab baru ke negara anggota ASEAN lainnya.

Ia menjelaskan pemerintahnya jugamenginginkan peningkatan kerjasama di antara kedua angkatan bersenjata misalnya melakukan latihan perang sebanyak mungkin.

“Malaysia memang berhasrat meningkatkan lagi hubungan kedua angkatan bersenjata. Tapi karena keadaan ekonomi dunia yang sedang merosot maka latihan bersama itu tidak bisa dilaksanakan sebanyak mungkin,” katanya.

Sekalipun demikian, ia berharap jika keadaan keuangan kedua pihak sudah membaik, maka pada tahun mendatang latihan bersama itu dapat dilakukan lagi.

Pada kesempatan itu ketika ditanya wartawan tentang gerombolan komunis di sepanjang garis perbatasan negaranya dengan Thailand, Jenderal Moh Ali menjelaskan kekuatan mereka adalah sekitar 1.000-1.200 orang. Baru-baru ini kurang lebih 600 orang pasukan komunis itu telah menyerahkan diri kepada pasukan Thailand.

Diingatkannya, penghancuran gerombolan pengacau itu tidak hanya harus dilakukan secara militer tapi juga dengan pendekatan sosial dan ekonomi sehingga akhirnya komunis itu bisa sadar dan kemudian membantu pembangunan negara.

Ketika ditanya tentang kemungkinan adanya bantuan negara asing bagi kaum komunis tersebut, Jenderal Hasyim Mohamad Ali menjelaskan hingga kini tidak ada bukti adanya bantuan perlengkapan (material) maupun logistik.

“Tapi dalam segi moril ada, misalnya Radio Revolusi Malaya. Tapi ini pun tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

Pangab Malaysia ini tiba hari Minggu dan selama berada di Indonesia juga akan menemui Menhankam Poniman serta Pangab Jenderal TNI Moerdani sebelum meninggalkan Jakarta hari Selasa. (RA)

 

 

Jakarta, Antara

Sumber : ANTARA (23/11/1987)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 308.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.