PRESIDEN SOEHARTO KEMBALI DIUNDANG KE AUSTRALIA

PRESIDEN SOEHARTO KEMBALI DIUNDANG KE AUSTRALIA

 

 

Pemerintah Australia kembali mengundang Presiden Soeharto untuk mengunjungi negara tetangga Indonesia di sebelah selatan itu.

“Saya menyampaikan lagi undangan kepada Presiden Soeharto untuk berkunjung ke Australia pada waktu yang baik. Pemerintah Australia sangat menghargai kunjungan itu dan mengharapkannya dapat terwujud di waktu mendatang,” kata Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia, Gareth Evans di Jakarta.

Menlu Evans dan rombongan, termasuk 17 wartawan Australia, Sabtu malam tiba di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta untuk kunjungan empat hari di Indonesia sebagai bagian dari rangkaian lawatannya selama 12 hari ke negara-negara ASEAN.

Perdana Menteri Australia, Bob Hawke, kata Gareth Evans yang untuk pertama kali mengunjungi Indonesia sebagai Menlu dan Mendag Australia itu, juga menyampaikan salam hangatnya untuk Presiden Soeharto.

Selama di Indonesia, selain akan mengadakan kunjungan kehormatan kepada Presiden Soeharto dan Wapres Sudharmono, Menlu Evans juga akan mengadakan pembicaraan dengan rekannya Menlu Ali Alatas.

Koniunike bersama diharapkan dapat dikeluarkan Selasa siang, seusai pembicaraan antara kedua menteri luar negeri itu.

Ditanya apakah Menlu RI merencanakan untuk berkunjung ke Australia, Menlu Alatas secara diplomatis mengatakan bahwa dia selalu mempunyai rencana untuk bepergian, termasuk ke Australia.

”Tetapi, tentang kapan kunjungan itu dapat diwujudkan, saya tidak tahu,” kata Ali Alatas.

Celah Timor

Pada awal keterangannya, Gareth Evans mengungkapkan bahwa agenda pembicaraan mencakup banyak topik, termasuk tentang nelayan Indonesia di perairan Australia dan Celah Timor (Timor Gap).

Celah Timor, yang terletak di sebelah selatan Timor itu diduga mempunyai deposit migas dalam jumlah besar.

Pembicaraan mengenai Celah Timor serta upaya untuk menentukan batas dasar laut dan landas kontinen antara Indonesia dan Australia dalam beberapa tahun terakhir ini mencapai banyak kemajuan, termasuk tentang zona pengembangan bersama.

Tetapi, pembicaraan itu baru pada tingkat pejabat senior dan dengan kunjungan Menlu Evans ini diharapkan dapat dicapai kesepakatan pada tingkat menteri sehingga bobotnya menjadi semakin mantap.

“Kami akan mengkonsolidasikan kemajuan tentang Celah Timor, dan kami berharap pada akhir kunjungan dapat ditandatangani komunike bersama,” kata mantan Menteri Sumber daya dan Energi Australia itu.

Di samping itu, kata Evans, kedua menteri luar negeri juga akan membicarakan hubungan perdagangan dan ekonomi untuk mengupayakan peningkatan, perluasan, dan pendalamannya.

Masalah regional, seperti masalah Kampuchea dan pengungsi Indocina juga terdapat dalam agenda, kata Menlu Evans.

17 Wartawan

Menjawab pertanyaan tentang pertanda apa Menlu Evans membawa 17 wartawan, mantan jaksa agung Australia itu mengatakan bahwa banyaknya wartawan tersebut merupakan pertanda yang sangat menggembirakan tentang bagaimana Australia melaksanakan hubungannya dengan Indonesia.

Evans juga berharap dengan kunjungan itu akan dapat ditingkatkan saling pengertian Indonesia – Australia sehingga di masa mendatang komunikasi dua arah akan semakin lancar.

Harapan yang sama tentang saling pengertian yang lebih baik itu juga dikemukakan oleh Menlu Alatas, yang menyambut baik kedatangan para wartawan tersebut.

Menlu Evans hari Minggu mengadakan kunjungan kehormatan kepada Menlu Alatas dan siang harinya menghadiri jamuan makan di rumah kediaman Dubes Australia, Bill Morrison Jalan Teuku Umar.

Ahad sore, Menlu Evans dan rombongan akan bertolak ke Bali untuk menyampaikan sambutan pada Konferensi Bisnis ke-17 Pengusaha Indonesia dan Australia, yang akan berlangsung di pulau Dewata itu tanggal 23-25 Oktober ini.

Menlu Evans akan tiba kembali di Jakarta, Senin malam. Selasa pagi, Menlu Evans akan mengadakan kunjungan kehormatan kepada Presiden Soeharto dan Wapres Sudharmono, dan selanjutnya mengadakan pembicaraan dengan Menlu Alatas.

Seusai konperensi pers, Menlu Evans dan rombongan akan melanjutkan perjalanannya ke Singapura, Selasa sore. (RA)

 

 

Jakarta, Antara

Sumber : ANTARA (22/10/1988)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 239-241.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.