PRESIDEN SOEHARTO JENGUK PAK NAS

PRESIDEN SOEHARTO JENGUK PAK NAS[1]

 

Jakarta, Media Indonesia

Presiden Soeharto kemarin siang menjenguk Jenderal TNI (Purn) Abdul Haris Nasution yang kini tengah terbaring sakit dan dirawat di Paviliun Kartika RSPAD Gatot Subroto.

Kunjungan mendadak itu dilakukan seusai meresmikan Gedung Pusat Pengembangan Manajemen Astradi Sunter, Jakarta Utara. Kepala Negara mendapat kabar bahwa Pak Nas sakit dan dirawat di RSPAD Gatot Subroto dari Mensesneg Moerdiono sehabis melantik Manggala Angkatan XV hingga XXVI di Balai Sidang, dan kemudian langsung memutuskan untuk menjenguk siang itu juga.

Pada kunjungan yang berlangsung singkat, sekitar 10 menit itu, Presiden didampingi oleh Mensesneg Moerdiono dan putrinya, Ny. Titiek Prabowo. Sementara itu, Pak Nas didampingi oleh istrinya, Ny. Yohana Nasution dan beberapa cucunya.

Saat menjenguk itu, Presiden sempat menanyakan kepada mantan Kepala Staf Angkatan Bersenjata (KSAB) itu, apakah makanan di rumah sakit itu enak-enak. Kemudian dijawab oleh Pak Nas bahwa makanan yang disediakan enak-enak dan

“Saya makan terus.”

Sebelum meninggalkan rumah sakit, Presiden menyampaikan harapannya agar Pak Nas segera sembuh. Mantan Ketua MPRS tahun 1968 sampai 1972 itu dirawat di RSPAD karena penyakit prostat yang memang telah beberapa tahun dideritanya. Beberapa waktu lalu, Pak Nas juga telah dirawat di rumah sakit yang sama setelah operasi mata di Belanda karena menderita glukoma. Pak Nas kemudian menjalani perawatan lanjutan di RSPAD. Saat itu, Pak Nas juga dijenguk oleh sejumlah perwira tinggi ABRI antara lain, Pangab Jenderal TNI Feisal Tanjung dan Pangkostrad Letjen TNI Wirranto (waktu itu Pangdam Jaya).

Pertemuan Presiden dengan Pak Nas ini adalah yang kedua kalinya setelah tidak lagi menjabat sebagai Ketua MPRS. Sebelumnya Presiden bertemu Pak Nas di Istana Merdeka sekitar dua tahun lalu. Saat itu, Pak Nas menghadiri pelantikan salah satu keponakannya yang lulus dari Akabri.

Pak Nas yang lahir di Kotanopan, Tapanuli Selatan, pada 3 Desember 1918 ini dikenal sebagai pendiri Tentara Nasional Indonesia.

Sebagai intelektual militer, Pak Nas hingga kini telah menulis sejumlah buku termasuk yang terkenal berjudul Pokok-Pokok Gerilya terdiri dari dua jilid. Buku lainnya berjudul Sekitar Perang Kemerdekaan terdiri dari 11 jilid. Buku-buku yang ditulis oleh Pak Nas ini sangat terkenal di antara para perwira baik di dalam maupun di luar negeri.

Pak Nas adalah Jenderal TNI yang luput dari penculikan yang dilakukan oleh G30-S PKI. Pak Nas sempat meloloskan diri, keluar rumah dengan melompat rumah dan bersembunyi di pekarangan rumahnya. Tapi putrinya, Ade Irma Suryani Nasution tewas tertembus peluru. Di usia senjanya Pak Nas masih menyempatkan diri menerima sejumlah wartawan yang mewawancarai berbagai perkembangan di Tanah Air, utamanya yang menyangkut ABRI. Kadangkala menulis artikel untuk surat kabar atau majalah.

Sumber : MEDIA INDONESIA (12/03/1997)

______________________________________________________________________
[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 27-28.

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.