Presiden Soeharto : JANGAN MUDAH UBAH TATANAN POLITIK BERDASARKAN PANCASILA DAN UUD’45

Presiden Soeharto : JANGAN MUDAH UBAH TATANAN POLITIK BERDASARKAN PANCASILA DAN UUD45[1]

 

 

Jakarta, Suara Pembaruan

Presiden Soeharto mengatakan, jangan mudah mengubah tatanan politik berdasarkan Pancasila dan UUD ’45 yang sudah disepakati bersama dan terbukti sudah baik, apalagi jika hanya sekadar untuk memenuhi keinginan sejumlah orang atau kelompok-kelompok kecil saja.

“Tatanan politik itu tidaklah tumbuh begitu saja, tetapi merupakan hasil dari musyawarah yang terus-menerus dan penuh tanggungjawab dari seluruh kekuatan politik yang ada dalam masyarakat kita.” kata Kepala Negara ketika membuka Musyawarah Besar VI Pemuda Pancasila di Istora Senayan Jakarta, Selasa (11/6) malam.

Dikatakan, selama seperempat abad terakhir secara taat asas telah dijabarkan aturan-aturan pokok yang tercantum dalam UUD ’45 dalam tatanan politik, tatanan ekonorni serta tatanan sosial budaya.

“Rangkaian tatanan berdasar UUD ’45 itulah yang menjadi tulang punggung dari seluruh keberhasilan yang kita capai selama ini.” Kata Kepala Negara.

Ekonomi

Bagaimanapun pentingnya, namun bidang ekonomi dengan seluruh cabangnya adalah sekadar sarana dan wahana untuk mencapai sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

“Rakyat kita itu sendirilah yang menjadi tujuan dan pelaku utama pembangunan. Seluruh gerak pembangunan harus diabadikan untuk memenuhi aspirasi dan kepentingan rakyat, baik yang berjangka panjang, berjangka menengah maupun berjangka pendek. Kebijakan dan strategi yang kita anut harus mendukung tercapainya sasaran ini.”

Para Pendiri Negara, kata Presiden Soeharto, sudah merumuskan dengan jelas apa yang menjadi aspirasi dan kepentingan bangsa Indonesia dalam jangka panjang.

Bangsa Indonesia mendambakan masyarakat yang adil dan makmur yang dibangun dalam suatu negara kebangsaan yang merdeka, bersatu dan berdaulat. Juga telah menyepakati dasar-dasar negara kebangsaan dalam lima sila Pancasila.

“Berdasarkan Pancasila itu kita membangun negara kesatuan RI. Dalam kerangka aspirasi dan kepentingan bangsa yang berjangka panjang itulah, kita merumuskan GBHN berjangka sedang, yang mencakup setiap lima tahun serta APBN yang berjangka pendek, setiap tahun.”

 

Aspirasi

Perubahan kebijakan dan strategi ekonomi yang dilakukan dalam tahun-tahun belakangan initidaklah mengubah aspirasi dan kepentingan rakyat yang berjangka panjang. Cita-cita, tujuan dan sasarannya adalah sama, walaupun cara mencapainya disesuaikan dengan perkembangan zaman.

“Tatanan negara kesatuan yang dirancang untuk mewujudkan cita-cita tujuan dan sasaran tadi  juga adalah sama, walaupun kita akan terus memperbaiki pelaksanaannya agar dapat menjawab kebutuhan zaman. Kita memang harus pandai-pandai memilah antara hal-hal yang bersifat mendasar yang tidak perlu kita permasalahkan lagi, dengan hal-hal yang bersifat dinamis yang dapat kita sesuaikan dengan perkembangan zaman.” kata Kepala Negara Menurut Presiden Soeharto, sebagai organisasi yang menyandang nama “Pancasila” seluruhjajaran Pemuda Pancasila perlu menyadari tanggungjawab politik yang diembannya.

“Bersama dan berdampingan dengan organisasi-organisasi pemuda lainnya, Pemuda Pancasila harus menggembleng jajarannya agar siap menjadi pelopor dalam membangun masa depan yang amat kompetitif”

 

Dipertahankan

Pemuda Pancasila, kata Kepala Negara , harus pandai-pandai memilah hal-hal yang mendasar yang perlu dipertahankan dengan segala daya dan hal-hal yang bersifal dinamis yang dapat disesuaikan dengan perkembangan zaman.

“Hanya dengan itulah kita akan dapat memelihara seluruh prestasi yang sudah kita capai selama ini sambil mempersiapkan diri menjawab tantangan dan memanfaatkan peluang baru di masa dating.” tegas Presiden Soeharto.

“Gemblenglah diri saudara-saudara secara terus-menerus. Kembangkanlah jajaran Pemuda Pancasila menjadi salah satu dari kekuatan dinamis yang ikut mempersiapkan bangsa kita menghadapi masa datang yang penuh dinamika.” kata Kepala Negara.

 

Sambutan Menpora

Menpora Hayono Isman dalam sambutannya mengatakan, sebagai Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Pancasila telah berhasil membina pemuda-pemuda yang belum baik menjadi pemuda yang baik.

Organisasi ini juga dinilai telah menunjukkan sebagai organisasi yang bermanfaat dan menjadi mitra pemerintah yang solid dan profesional. Karena itu, diharapkan Pemuda Pancasila bisa menjadi pelopor dalam menyongsong era kebangkitan nasional kedua.

Sedangkan Ketua Presidium Pemuda Pancasila, Yapto S. Soeijosoemamo SH, dalam sambutannya mengatakan, organisasi ini tidak akan bergeming sedikit pun dan tetap menghayati, mengamalkan dan mengamankan Pancasila. Demikian juga organisasi ini akan tetap menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan.

Yapto menyebutkan, Mubes yang dihadiri 1.014 peserta dan 268 DPC dan 27 DPW ini, akan berlangsung hingga 15 Juni ini. Mubes selain akan meminta pertanggungjawaban pengurus lama dan menyusun program kerja juga akan memilih pengurus baru. (M-5/S-22)

Sumber :  SUARA PEMBARUAN(12/06/1996)

___________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 65-67.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.