PRESIDEN SOEHARTO: JAMAN KONFRONTASI ANTAR BANGSA SUDAH HARUS LEWAT

PRESIDEN SOEHARTO: JAMAN KONFRONTASI ANTAR BANGSA SUDAH HARUS LEWAT [1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto memperingatkan, bahwa jaman konfrontasi antar bangsa sudah harus lewat, baik konfrontasi di lapangan ideologi, ekonomi maupun militer.

Konfrontasi antar bangsa-bangsa atau antar kelompok bangsa-bangsa tidak akan mendatangkan keadaan dunia yang lebih baik dari yang kita saksikan sekarang, malahan mungkin akan menamatkan riwayat manusia dan kemanusiaan.

Kepala Negara mengemukakan hal itu ketika melantik Duta besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Mekaiko Drs. Hidajat Mukmin dan Australia May jen Her Pasning di Istana Negara hari Sabtu.

Presiden mengingatkan, bahwa jalin menjalinnya hubungan antara bangsa2 telah demikian erat, sehingga tidak satu bangsapun akan dapat menyelesaikan masalah2 besar yang dihadapi secara sendiri2.

”Tidak ada satu bangsa pun akan hidup tenang apabila ada bangsa atau kelompok yang lain mengalami bencana”, katanya menambahkan.

Dalam hubungan ini dikemukakan, bahwa sudah sewajarnya apabila sesuatu bangsa ingin memperjoangkan kepentingan rasionalnya, maka perjoangan itu tidak harus berarti merugikan kepentingan bangsa2 lain.

“Kemampuan semua negara untuk bersikap seperti itu akan merupakan jaminan bagi perdamaian dan kesejahteraan dunia”, demikian diketengahkannya.

Presiden menganggap sudah seharusnya dibangun satu sikap dasar baru dalam pergaulan hidup antara bangsa2.

Untuk itu perlu dibina kesadaran baru bahwa pada tanggungjawab bersama semua bangsalah terletak kunci perdamaian dunia. Perlu juga ditanamkan kesadaran baru bahwa semua bangsa berhak untuk menikmati kemakmuran lahir dan kebahagiaan batin yang merata dan adil.

“Satu2nya jaminan untuk itu ialah penghormatan yang tulus antar bangsa terhadap kedaulatan masing2, saling menghargai jalan yang ditempuh masing2 untuk membangun masyarakat yang dicita2kan, saling bantu membantu dan kerjasama untuk tujuan2 yang konstruktip serta menjauhkan diri dari segala bentuk dan cara untuk mencampuri rumah tangga bangsa lain”.

“Perdamaian dan pembangunan adalah wajah kembar dari dunia yang akan memberi arti kepada kehidupan manusia”, demikian Presiden Soeharto.

Sumber: ANTARA (28/04/1973)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku II (1968-1971), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 106-107

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.