PRESIDEN SOEHARTO: IRIAN JAYA MAJU PESAT SEJAK 14 TAHUN MERDEKA

PRESIDEN SOEHARTO: IRIAN JAYA MAJU PESAT SEJAK 14 TAHUN MERDEKA [1]

Jakarta, Suara Karya

Suatu kenyataan, bahwa selama 350 tahun dibawah penjajahan Irian Jaya tetap terbelenggu dan tidak mengalami kemajuan sama sekali. Sekarang, hanya 14 tahun sesudah rakyat dan bumi ini kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi, maka kemajuan­kemajuan besar telah tercapai. Hal ini dikemukakan Presiden Soeharto dalam pidatonya pada peresmian jalan tembus Sentani-Genyem Irian Jaya kemarin.

Kemajuan-kemajuan yang dialami sejak 14 tahun ini, menurut Presiden bukan hanya kemajuan kebendaan yang tampak mata seperti gedung-gedung dan sebagainya. Kemajuan di bidang pendidikan, kesenian, olahraga dan lapangan ­ lapangan sosiallainnya juga dapat disaksikan dan dirasakan.

Dikatakan Presiden, satu langkah lebih maju telah diambil dan dibuktikan dengan peresmian jalan tembus Sentani – Genyem itu.

“Kita semua berharap agar dengan adanya jalan bam ini, ekonomi daerah ini akan cepat tumbuh kesejahteraan rakyat akan naik,” kata Presiden.

Irian Jaya mempunyai potensi yang cukup besar di masa mendatang karena memiliki seperlima luas tanah seluruh Indonesia.

Namun Irian Jaya juga mempunyai hambatan2 yang harus diatasi. Salah satu hambatan itu ialah masalah pembangunan. Kota yang satu dengan yang lain masih terpisah oleh hutan belantara. Hubungan antar kota satu dengan yang lain harus ditempuh melalui udara atau laut. Walaupun banyak kemajuan dicapai dalam perhubungan udara dan laut, namun biaya angkutan masih tetap tinggi. Tambah lagi, di belakang kota2 masih terbentang daerah pedalaman yang memberi banyak kemungkinan.

“Karena itu, pembangunan jalan darat yang menembus jauh ke pedalaman merupakan salah satujawaban yang penting bagi perkembangan ekonomi, pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat di daerah ini,” kata Presiden.

Daerah pedalaman Irian Jaya itu, menurut Presiden, perlu dikembangkan agar dapat menjadi daerah transmigrasi. Pengembangan itu dimaksudkan untuk membuka lapangan kerja bagi penduduk dan menghasilkan kebutuhan bahan pangan, sehingga kota2 di sekitarnya tidak tergantung dari luar daerah.

Resmikan Dua Proyek

Kecuali peresmian jalan tembus Sentani-Genyem di Sentani kemarin, hari ini Presiden akan meresmikan lapangan minyak baru “Lapangan Minyak Salawati”. Dua proyek yang diresmikan Presiden itu merupakan bukti bahwa pembangunan yang dikeijakan benar-benar telah menyebar ke segala penjuru tanah air.

“Memang kita terus berusaha untuk meratakan pembangunan itu. Kita meratakan ke segala penjuru Indonesia, ke setiap daerah, setiap kota besar, setiap kota kecil”, kata Presiden.

Bahkan, kota dan desa yang terpencil sekalipun sekarang telah merasakan gerak pembangunan tersebut.

Dikatakan, dalam gerakan pembangunan yang menyebar itu, seluruh daerah akan terlibat dalam derap pembangunan, sehingga perekonomian dapat tumbuh dimana ­ mana.

Dengan tumbuhnya ekonomi itu, maka semakin terwujud cita2 pembangunan yaitu kesejahteraan rakyat.

“Cita-cita pembangunan memang indah. Tetapi jangan berkhayal bahwa segala-galanya akan datang begitu saja,” kata Presiden.

Hanya dengan usaha dan bekerja keras, menurut Presiden, cita-cita pembangunan demi terwujudnya keadilan dan kemajuan dapat tercapai. (DTS)

Sumber: SUARA KARYA (08/12/1977)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 426-427.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.