PRESIDEN SOEHARTO INSTRUKSIKAN PEMBERANTASAN PENYELUNDUPAN DITERUSKAN

PRESIDEN SOEHARTO INSTRUKSIKAN PEMBERANTASAN PENYELUNDUPAN DITERUSKAN [1]

 

Jakarta, Antara

SIDEN SOEHARTO menginstruksikan kepada Jaksa Agung agar erasi “902” yaitu pemberantasan penyelundupan supaya diteruskan dan tingkatkan.

Kepada Jaksa Agung Ali Said yang diterimanya di Bina Graha hari Rabu, Kepala Negara juga memerintahkan agar dalam pemberantasan tersebut dicari suatu mekanisme yang efektif dan efisien.

Operasi “902” adalah operasi pihak Kejaksaan dengan aparat pemerintah lainnya memberantas penyelundupan sesuai dengan Instruksi Presiden tanggal 9 Pebruari 1976 kepada Jaksa Agung.

Jaksa Agung mengatakan, tidak ada target dalam operasi terhadap penyelundupan itu.

“Kita tindak semua yang bersalah,” katanya menegaskan.

Ia mengatakan 64 orang yang ditahan karena terlibat penyelundupan dan dua orang masih berada dalam perawatan karena sakit.

Satu tahun usia operasi “902” itu dilaporkan kepada Presiden oleh Jaksa Agung berikut hasil2 yang dicapai sampai saat ini.

Dia mengatakan, terjadinya penurunan penyelundupan dewasa ini merupakan satu pertanda bahwa adanya kejeraan di kalangan penyelundup2 itu.

Ali Said juga melaporkan akan diselenggarakannya Rapat Kerja Kejaksaan di Jakarta tanggal 3 sampai 5 Maret yang akan membahas masalah2 rutin di kalangan Kejaksaan.

“Sekalipun demikian,” katanya, “saya akan menekankan bahwa masalah keprihatinan dan kewaspadaan dalam tahun 1977 ini masih berdaya laku bahkan harus digaris bawahi”.

Dia mengatakan, sampai sekarang masih terjadi pelanggaran terhadap perairan Indonesia oleh kapal2 asing terutama kapal2 nelayan Taiwan.

Ali Said mengemukakan pula, InsyaAllah dia akan meninjau Pulau Buru bulan April mendatang.

Ditanya tentang kasus “Palapa”, Ali Said mengatakan, sampai sekarang pihak Kejaksaan Agung tidak diminta untuk menangani kasus tersebut.

Dia tidak bersedia menjelaskan kasus tersebut karena sudah banyak pernyataan2 yang dikeluarkan terhadap hal ini.  (DTS)

Sumber: ANTARA (16/02/1977)

 

 

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 519-520.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.