PRESIDEN SOEHARTO INSTRUKSIKAN PARA DIRJEN LEBIH TINGKATKAN PENGAWASAN LANGSUNG PROYEK2 APBN

PRESIDEN SOEHARTO INSTRUKSIKAN PARA DIRJEN LEBIH TINGKATKAN PENGAWASAN LANGSUNG PROYEK2 APBN

Presiden Soeharto menginstruksikan para Dirjen untuk lebih meningkatkan pengawasan langsung terhadap pelaksanaan proyek2 APBN, demikian keterangan Menteri PPLH Emil Salim kepada pers, selesai diterima Kepala Negara di Istana Merdeka, Kamis.

Emil Salim melaporkan kepada Presiden tentang pengawasan pelaksanaan anggaran sampai sampai saat ini, setelah kwartal pertama tahun ini.

la mengatakan, setelah dilakukan pengecekan terhadap pelaksanaan anggaran didapat kesan umum bahwa masih perlu ditingkatkan pengawasan langsung oleh Dirjen terhadap pelaksanaan proyek2 pembangunan.

Selain itu, masyarakat diminta pengaduan2nya dalam rangka pelaksanaan Kepres 14 A misalnya dalam pelaksanaan tender.

"Segi pengaduan ini masih kurang dimanfaatkan oleh masyarakat," kata Emil Salim.

Pengaduan2 masyarakat ini bisa diajukan kepada Dirjen2 yang bersangkutan, katanya menambahkan.

Ketika ditanya wartawan, mengapa belum semua Dirjen melakukan pengawasan langsung terhadap pelak:sanaan proyek, menteri mengatakan bahwa itu mungkin karena kesibukan2 dan alasan2 lain. Namun ia tidak menjelaskan lebih Ianjut alasan2 lain itu.

Kepada Presiden Soeharto, menteri melaporkan pula tentang pelaksanaan reboisasi dan penghijauan tahun 1980-1981. Target penghijauan tahun ini lebih kurang 480.000 hektar dan reboisasi lebih kurang 240.000 hektar. Biaya untuk itu lebih kurang Rp. 48,6 milyar.

Menteri mengakui bahwa pelaksanaan proyek penghijauan tahun 1979-1980 kurang memuaskan dan hanya mencapai di bawah 50 persen dari target. Hambatan utama adalah karena keterlambatan dalam pengadaan dana dan pembibitan. Keterlambatan dalam dana dan pembibitan ini diharapkan tidak terulang lagi dalam tahun ini.

Dalam hubungan pelaksanaan penghijauan ini, Presiden Soeharto telah menginstruksikan kepada aparatur baik di pusat sampai ke daerah2, untuk mengikut sertakan kelompok tani aktif dalam pembibitan, agar pengadaan pembibitan itu jangan menjadi hambatan lagi, demikian Emil Salim. (DTS)

Jakarta, Antara

Sumber: ANTARA (07/08/1980)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 801-802.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.