PRESIDEN SOEHARTO: HASIL PEMILU 77 DIHARAPKAN JAMIN PENINGKATAN PEMBANGUNAN

PRESIDEN SOEHARTO:

HASIL PEMILU 77 DIHARAPKAN JAMIN PENINGKATAN PEMBANGUNAN [1]

 

Jakarta, Suara Karya

Presiden Soeharto menyatakan bahwa dengan hasil Pemilu 1977 diharapkan kelanjutan pelaksanaan pembangunan akan lebih terjamin sehingga menjamin pula peningkatan kesejahteraan rakyat. Hal itu dikemukakan Kepala Negara di Ujungpandang kemarin siang ketika meresmikan sejumlah proyek pembangunan yang dibiayai oleh Pemerintah maupun swasta di Sulawesi Selatan.

Proyek yang diresmikan secara bersama-sama kemarin adalah Sekolah Tehnik Menengah Pembangunan, proyek Penjernihan Air Minum dan Pusat Latihan Kejuruan Industri di Ujungpandang, serta perluasan pabrik kertas di Gowa dan SPMA Gowa.

Selama Orde Baru yang juga dinamakan Orde Pembangunan, menurut Presiden Soeharto, telah ribuan proyek pembangunan yang telah diselesaikan, baik proyek besar maupun kecil yang terletak di kota besar, kota kecil malahan di seluruh desa yang tersebar di Tanah Air.

“Semuanya itu merupakan bukti yang sangat jelas, bahwa kegiatan pembangunan kita terus meluas dan bertambah meningkat dari tahun ke tahun,” katanya.

Pembangunan, demikian Kepala Negara, adalah usaha besar dan untuk merobah nasib. Pembangunan adalah perjoangan besar hari ini untuk hidup lebih baik di hari esok, untuk mewariskan keadaan yang lebih baik bagi anak cucu kita.

“Usaha demikian tentu saja memakan waktu, tidak dapat diselesaikan dalam satu atau dua bulan, setahun atau dua tahun, tetapi memerlukan serangkaian Repelita yang terus menerus,” katanya.

Dikatakan juga bahwa setelah kita melaksanakan Repelita I dan sekarang Repelita II, meskipun masih banyak kekurangan dan masalah yang dihadapi, kita mulai merasakan adanya kemajuan2, baik lahiriah maupun rohaniah.

Tentu saja, demikian Presiden, kita belum puas atas segala hasil yang kita capai itu. Juga tentu saja belum semua persoalan dapat kita atasi sepenuhnya dan belum semua kebutuhan kita dapat terpenuhi.

“Dan kita akan terus bekerja dan membangun untuk menciptakan keadaan yang makin baik bagi kita semua,” katanya.

Kepala Negara menjelaskan pula bahwa di samping melaksanakan proyek2 fisik yang tampak dengan nyata, Pemerintah juga berusaha untuk mengadakan bimbingan dan perlindungan kepada rakyat banyak, terutama yang termasuk golongan ekonomi lemah, seperti para petani dalam arti yang luas, agar terjamin dan bahkan baiklah kehidupan mereka.

Resmikan Lapangan Minyak Lepas Pantai

Sebelum berada di Sulawesi Selatan, Presiden Soeharto yang disertai Nyonya Tien Soeharto kemarin pagi juga meresmikan, lapangan minyak Handil dan Terminal minyak Senipah yang mengusahakan tambang minyak lepas pantai. Dalam sambutannya, Presiden Soeharto menyatakan bahwa kita memiliki potensi besar akan minyak dan bahan tambang lainnya, tetapi kekayaan potensiil itu tidak berarti kalau tidak kita olah.

Pertambangan adalah usaha yang sangat besar yang memerlukan modal tidak kecil, keahlian teknis dan teknologi beraneka ragam dan persyaratan2 lain yang tidak ringan.

Sementara kita berusaha untuk dapat memiliki persyaratan itu sendiri, kita juga tak dapat menunggu sampai kemampuan itu ada, karena kita sudah memerlukan hasil pengolahan tambang kita.

“Dalam rangka inilah, maka dalam strategi pembangunan ekonomi Indonesia sekarang ini kita dengan sadar membuka pintu bagi masuknya penanaman modal asing kemari,” kata Kepala Negara.

Mengenal perundingan2 dengan para kontraktor minyak untuk menemukan bentuk2 perjanjian yg tetap memberikan keuntungan yang wajar bagi kedua belah pihak, menurut Kepala Negara, langkah2 tersebut bertujuan untuk di satu pihak tetap membina dan memelihara suasana dan iklim penanaman modal (asing dan dalam negeri) yang menguntungkan, sehingga tetap menggairahkan penanam/calon penanam modal di Indonesia, sedang di lain pihak partisipasi modal asing di Indonesia itu benar2 memberikan manfaat yang cukup nyata dan andil bagi seluruh rakyat Indonesia.

1.750 Teknisi Tiap Tahun

Sementara itu Menteri P & K Sjarif Thajeb dalam laporannya kepada Presiden, menyebutkan bahwa pada akhir th. 1976 telah berhasil diluluskan 865 teknisi industri dari 3 STM Pembangunan, yakni STM2 Pembangunan Semarang, Yogyakarta dan Jakarta.

Jumlah lulusan STM Pembangunan itu akan meningkat pada akhir th. 1977 menjadi  1.750 per tahun, karena 8 STM Pembangunan yang ada di Indonesia, termasuk STM Pembangunan Ujung Pandang, akan sudah menghasilkan lulusan2, setelah belajar selama 4th. dibidang keahlian teknologi industri dasar dan teknologi produksi.

Di samping hasil 1.750 lulusan per tahun dari 8 STM Pembangunan itu, menurut Menteri pada akhir 77 juga akan dihasilkan 200 tamatan tiap tahun dari 4 Sekolah Menengah Teknologi Pertanian. Sementara itu 5 Pusat Latihan Pendidikan Teknik (PLPT) di akhir tahun itu juga akan menghasilkan 4.500 juru teknik berbagai hidang teknologi. Jumlah lulusan PLPT itu akan bertambah lagi, setelah 4 PLPT yang kini sedang diproses pendiriannya, memproduksi tamatannya, sehingga produksi juru teknik dari PLPT tsb. diperkirakan tiap tahunnya mencapai 10.000 juru teknik. Tidak itu saja, selama Pelita II ini akan direhabilitir dan ditingkatkan mutunya sejumlah 80 STM.

Proyeksi dari hasil pendidikan menengah kejuruan baik di STM Pembangunan, PLPT maupun STM2 dsb, menurut Menteri pada akhir Pelita II menjelang Pelita III akan dihasilkan 22.500 juru teknik tiap tahun.

“Dan ini merupakan langkah2 nyata dari Pemerintah Orde Baru dalam usaha memenuhi keperluan tenaga kerja untuk pembangunan sesuai dengan laju pertumbuhan ekonomi yang berlaku sekarang,” ujar Menteri Sjarif Thajeb yang juga mengatakan program pembangunan pendidikan menengah kejuruan dan teknologi yang telah dilaksanakan dan dicapai saat ini sesuai dengan program dan sasaran Repelita Kedua.”

Minat masuk ke sekolah kejuruan itu, menurut Menteri makin meningkat lagi setelah adanya bea siswa Supersemar yang pada tahun 1976 diberikan kepada 667 siswa dan pada tahun 1977 ditingkatkan menjadi 4.000 siswa sekolah menengah kejuruan.

STM Pembangunan Ujungpandang

STM Pembangunan Ujung Pandang ini merupakan STM Pembangunan yang kelima yang diresmikan oleh Presiden sendiri dari 8 STM Pembangunan yang ada di Indonesia. STM Pembangunan yang sekarang dipimpin oleh Direkturnya bernama Ir. Wahjudi itu dibangun mulai 1 April 1968. Dibangun dengan dana Pelita I & II seluruhnya berjumlah Rp. 825.654.275,-

Luas kompleks STM itu seluruhnya 30.924 m2, di atasnya didirikan bangunan pendidikan seluas 10.320 m2. Lama pendidikan 4 tahun sesudah SLTP, meliputi 6 jurusan pendidikan teknik. Yakni jurusan2 mesin konstruksi, mesin otomotif, bangunan air, bangunan gedung, listrik industri dan listrik elektronika. (DTS)

Sumber:  SUARA KARYA (13/03/1977)

 

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 306-308.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.