PRESIDEN SOEHARTO : HARUS BERJUANG KERAS AGAR PEMBANGUNAN TIDAK MEROSOT

PRESIDEN SOEHARTO : HARUS BERJUANG KERAS AGAR PEMBANGUNAN TIDAK MEROSOT[1]

 

Jakarta, Kompas.

Presiden Soeharto menegaskan bangsa Indonesia harus berjuang keras dan bersatu padu dalam menjaga agar pembangunan tidak merosot.

“Walaupun gejolak moneter telah memperlambat pertumbuhan ekonomi kita, namun kita tidak boleh kecil hati. Krisis moneter ini hendaknya kita jadikan sebagai tantangan yang harus dapat kita tundukkan.” ujar Kepala Negara dalam pidato tertulis yang dibacakan Wakil Presiden Try Sutrisno, pada upacara penyerahan tanda penghargaan Upakarti Tahun 1997 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (4/12). Hadir dalam acara itu antara lain Mennaker Abdul Latief.

Penghargaan Upakarti Tahun 19978 diberikan dengan perincian jasa pengabdian yaitu tanda yang diberikan kepada orang, lembaga atau perusahaan yang berjasa dalam membina usaha kecil hingga mandiri dalam hal ini pemerintah menganugerahkan tanda Upakarti kepada Mike Green, Lombok Pottery Centre bidang usaha kerajinan gerabah, Mataram, Nusa Tenggara Barat dan 18 perusahaan lain.

Selain itu jasa kepedulian diberikan kepada orang yang berjasa menumbuhkan industri kecil didaerahnya. Untuk itu pemerintah menganugrahkan tanda Upakarti kepada 19 Wali Kota dan Bupati. Juga jasa kepeloporan yaitu penghargaan yang diberikan kepada enam perusahaan yang bermitra dan membina industri kecil.

Tantangan

Presiden mengingatkan,

“Industri nasional akan menghadapi saingan ketat pada era globalisasi nanti. Untuk itu, khususnya kepada industri kecil, Kepala Negara menekankan, untuk sungguh-sungguh mempersiapkan diri dan meningkatkan daya saing untuk mempertahankan pasar dalam negeri, sekaligus memasuki pasar ekspor. Untuk itu ditekankan perlunya terus mengikuti perkembangan teknologi dan keinginan pasar. Diharapkan hal itu bisa membuat pekerjaan lebih efisien dan meningkatkan keinginan pasar maka produk-produk kita akan terjual. Selain itu juga perlu memperhatikan perkembangan industri di negara-negara lain. yang akan tumbuh menjadi pesaing kita dipasar dunia.” jelas Kepala Negara, diperlukan adanya kemitaraan usaha antara usaha kecil menengah dengan usaha besar yang telah mempunyai jaringan distribusi luas dan reputasi baik dipasar Internasional. Selain itu usaha besar juga perlu menularkan keunggulannya dibidang keuangan, kemampuan mamanajemen dan penguasaan teknologi kepada industri kecil.

“Sebaliknya, walapun telah menguasai pasar yang luas, usaha besar mempunyai resiko besar pula. Seringkali usaha yang besar menjadikan suatu perusahaan tidak luwes dalam menghadapi perkembangan lingkungan usaha yang dinamis. Oleh karena itulah, kemitraan usaha bukan hanya menjadi kebutuhan usaha kecil dan menengah semata, tetapi juga merupakan kebutuhan usaha besar.” tegas Presiden.

Kepala Negara mengatakan, kemitraan yang didasarkan pada kepentingan bersama antara usaha kecil menengah dengan usaha besar, sangat penting dalam meningkatkan daya saing dan produktivitas, baik untuk masing-masing usaha yang bermitra maupun secara nasional.

Sumber : KOMPAS (05/12/1997)

____________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 717-718.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.