PRESIDEN SOEHARTO HADIRI KONPEREANSI TINGKAT TINGGI PENDIDIKAN UNTUK SEMUA DI NEW DELHI

PRESIDEN SOEHARTO HADIRI KONPEREANSI TINGKAT TINGGI PENDIDIKAN UNTUK SEMUA DI NEW DELHI[1]

Jakarta, Suara Karya

Presiden Soeharto akan menghadiri Konperensi Tingkat Tinggi (KTI) Pendidikan Untuk Semua (Education for All) di New Delhi, India, 16 Desember mendatang. Kepala Negara direncanakan bertolak, Rabu pagi 15 Desember dan kembali ke Tanah Air, Jumat, 17 Desember.

Menteri Sekretaris Negara dalam keteranganya kepada pers di ruang kerjanya, Jumat, mengatakan, semula keberangkatan Presiden ke India, sekaligus dalam rangka mengikuti KTT Kelompok -15 (G-15).Baru setelah itu disusul dengan KTT Pendidikan Untuk Semua. Dalam perkembangannya, ternyata KTT G-15 ditunda penyelenggaraannya hingga tahun depan. Pertimbangannya, hanya dihadiri sedikit dari pimpinan kepala pemerintahan 15 negara-negara berkembang yang tergabung dalam G-15.

Selama tiga hari kunjungannya di India, Presiden didampingi Menteri Luar Negeri Ali Alatas, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wardiinan Djojonegoro, Menteri Sekretaris Negara Moerdiono dan sejumlah pejabat tinggi yang berkaitan dengan tema sentral KIT Pendidikan  Untuk Semua.

KIT Pendidikan Untuk Semua merupakan prakarsa UNESCO, UNICEF dan UNFPA. Dalam KIT itu, diundang 9 negara berkembang yang berpenduduk ban yak. Sebagian dari negara-negara itu berasal dari Asia, Afrika dan Amerika Selatan. Seperti Bangladesh, RRC, Brasil, India, Indonesia, Mesir, Meksiko, Nigeria dan Pakistan.

KTI ini bertujuan menyusun tindakan terencana di bidang pendidikan untuk semua dari bertukar pengalaman antara kesembilan negara dengan membandingkan pendekatan, strategi, hasil dan pengerahan sumber. dana serta sumber daya manusia bagi pelaksanaan pendidikan untuk semua. Selain itu, memperkuat tekad masyarakat internasional, terutama agar dapat dikerahkan dana-dana yang lebih besar untuk menangani masalah ini.

Kepala Negara dalam kesempatan itu akan menyampaikan pengalaman Indonesia di bidang pendidikan, kendati masalah pehdidikan yang dihadapi di dalam negeri masih besar dan banyak. Namun dibandingkan dengan tantangan yang dihadapi ,pendidikan di Indonesia mencapai kemajuan yang amat besar. Pengalaman Indonesia ini barangkali ada gunanya bagi negara-negara lain.

Selama berada di sana, Kepala Negara juga akan mengadakan kunjungan kehormatan kepada Presiden India dan Perdana Menteri India Narasimha Rao. Dalam pertemuan tersebut, terutama dengan PM India,kemungkinan besar akan disinggung masalah  KTI  G-15.(N-I)

Sumber :SUARAKARYA( 11/12/1993)

___________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XV (1993), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 734-735.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.