PRESIDEN SOEHARTO DIUNDANG MENGUNJUNGI CEKOSLOWAKIA

PRESIDEN SOEHARTO DIUNDANG MENGUNJUNGI CEKOSLOWAKIA

Republik Sosialis Cekoslowakia mengundang Presiden Soeharto untuk berkunjung ke negara yang terletak di pusat daratan Eropa ini. Demikian dijelaskan Dubes Cekoslowakia di Indonesia, Dr Richard Kral, dalam jumpa pers di kediamannya Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu malam (5/4).

Menurut Dr Kral, Presiden Soeharto menjawab undangan tersebut dengan antusias. Tidak dijelaskan kapan Presiden Soeharto akan mengadakan kunjungannya ke Cekoslowakia.

"Tapi beliau dengan senang hati menerima undangan kami," jelas Dr. Kral yang sudah memangku jabatannya selama empat tahun.

Dalam jumpa pers yang diadakan menjelang hari kemerdekaan Cekoslowakia tanggal 9 Mei mendatang dikatakan oleh Dr. Kral, hubungan Indonesia-Cekosiowakia selama ini berjalan baik. Cekoslowakia adalah negara Eropa pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Pengakuan Cekoslowakia ini dilakukan pada tanggal 2 Februari 1950.

Dua tahun kemudian, sekitar bulan Maret 1952, Cekoslowakia membuka Konsulat Jenderalnya di Jakarta. Pada tahun 1955, perwakilan masing-masing negara di Jakarta dan Praha (ibu kota Cekoslowakia) ditingkatkan ke taraf yang lebih tinggi. Dan, pada tahun 1957 kedua negara membuka kedutaan besarnya masing-masing.

Kunjung Mengunjungi

Dr. Richard Kral juga menjelaskan, hubungan yang selama ini terjalin antara Indonesia dan Cekoslowakia banyak ditandai dengan kunjungan masing-masing pejabat kedua negara. Presiden Soekarno dalam masa jabatannya, telah dua kaIi mengunjungi Cekoslowakia pada tahun 1956 dan tahun 1961.

Setelah Orde Baru, catatan kunjungan pejabat kedua negara ini terus meningkat.

Tercatat mantan Menlu Adam Malik dan mantan Menlu Mochtar Kusumaatmadja pernah mengunjungi Cekoslowakia pada tabun 1975 dan tabun 1980. Sebaliknya, Menlu Cekoslowakia Bohuslav Chnoupek mengunjungi Indonesia pada tabun 1979.

Pada kunjungan Wakil Perdana Menteri Rohlicek pada bulan Mei 1985, telah ditandatangani pembentukan komisi bersama Indonesia-Cekoslowakia untuk mempromosikan kerjasama ekonomi dan perdagangan. Pada tahun yang sama, Presiden Soeharto mengadakan kunjungan kenegaraannya ke Cekoslowakia.

Pada bulan Juni 1987, berdiri sebuah perusahaan patungan Indonesia-

Cekoslowakia di Jakarta, dengan nama PT Zetor Indonesia. Pemegang saham perusahaan ini dipegang oleh PT Erindo Megah Prima dan PT Pertani dari pihak Indonesia Sedangkan di pihak Cekoslowakia dipegang oleh Molokov Foreign Trade Corp. dari Praha. Sekarang ini tercatat penerbangan langsung Jakarta-Praha oleh Czechoslowak Airlines yang dilakukan seminggu sekali.

Hubungan Perdagangan

Menurut Dr. Kral, sekarang ini pertumbuhan hubungan perdagangan Indonesia-Cekoslowakia terasa sangat Iamban. "Ini mungkin, disebabkan karena masing-masing pengusaha tidak mengetahui keadaan masing-masing negara," jelas Dr. Kral. Total perdagangan kedua negara ini menurun menjadi 28,9 persen dari 38,5 juta dollar AS pada tahun 1981 menjadi 24,7 juta dollar AS pada tahun 1987.

Pada tahun 1981, Cekoslowakia mengekspor barang sejumlah 4,8 juta dollar AS ke Indonesia. Sedangkan jumlah impornya dari Indonesia tercatat sebesar 33,7 juta dollar AS. Setahun kemudian, jumlah ini menurun menjadi masing-masing, impor sebesar 27,1 juta dollar AS dan ekspor sebesar 3, 1 juta dollar AS.

Tahun 1983 ekspor Cekoslowakia ke Indonesia berjumlah 5,8 juta dollar AS, dan impornya sebesar 23,9 juta dollar AS. Keadaan ini turun sedikit pada tahun 1984 masing-masing ekspor sebesar 6,8 jura dollar AS dan impor Cekoslowakia dari Indonesia menjadi 22,9 jura dollar AS.

Impor Cekoslowakia dari Indonesia pada tahun 1985 kemudian meningkat menjadi 27,5 juta dollar AS. Tapi, ekspor negara itu ke Indonesia menurun, menjadi 4,3 juta dollar AS. Ekspor Cekoslowakia ke Indonesia tidak bergerak jauh dari tahun sebelumnya. Tahun 1985 yang berjumlah 4,8 juta dollar AS. Sedangkan impor dari Indonesia, tiba-tiba turun sekitar 22,4 persen menjadi 18,3 juta dollar AS.

Percobaan Perestroika

Dalam jumpa pers itu Dr. Kral juga menjelaskan, negaranya juga sedang menjalankan semacam perestroika (restrukturisasi). "Tapi kami tidak mengikuti apa yang dilakukan oleh Uni Soviet dalam program perestroika dan golsmost (keterbukaan)," kata Dr. Kral.

Dikatakannya, perestroika yang dijalankan selama dua tahun terakhir ini di Cekoslowakia adalah bagaimana mempercepat pembangunan sosial di negaranya. Cekoslowakia sekarang sedang menjalankan desentralisasi manajemen perekonominanya.

"Kami sekarang mencoba untuk memberikan demokrasi pada sistem manajemen di pabrik-pabrik secara lebih besar lagi," jelas Dr. Kral.

Menjawab pertanyaan wartawan, Dr. Kral mengatakan upaya pembaharuan yang sekarang dijalankan di Cekoslowakia sama sekali bukan menyontek apa yang dilakukan oleh Uni Soviet sekarang ini.

"Mungkin bisa dikatakan kita mencontoh gagasannya, tapi penerapannya sarna sekali tidak mengikuti apa yang dilakukan oleh Uni Soviet." kata Dr. Kral.

Dikatakannya, kondisi dan situasi masing-masing negara sosialis itu berbeda. Sehingga, tidak mungkin suatu negara sosialis mengikuti dengan tepat dan cermat apa yang dilakukan oleh negara sosialis lainnya.

"Apa yang kita lakukan sekarang adalah mencoba untuk membentuk suatu proses bagi kesejahteraan rakyat kami," kata Dr. Kral lagi. (DTS)

Jakarta, Kompas

Sumber: KOMPAS (06/04/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 58-60.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.