PRESIDEN SOEHARTO DIUNDANG KE NTB BULAN DEPAN

PRESIDEN SOEHARTO DIUNDANG KE NTB BULAN DEPAN [1]

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto dan Nyonya Tien Soeharto telah diundang untuk mengunjungi Nusa Tenggara Barat dalam rangka peringatan HUT Propinsi NTB yang ke 19 pada tanggal 17 Desember mendatang.

“Rakyat Nusa Tenggara Barat sudah sangat rindu kepada Bapak Presiden dan Ibu,”

demikian kata Gubernur NTB H.R. Wasita Kusumah menjelaskan kepada para wartawan setelah diterima Presiden Soeharto di Istana Merdeka Rabu siang.

“Insya Allah, dicarikan waktunya,” begitu jawab Presiden, menurut Wasita Kusumah, setelah menerima undangan itu.

Acara Kepala Negara dalam kunjungannya ke NTB itu antara lain akan meninjau hasil2 pembangunan di NTB sejak Pelita I, kata Wasita Kusumah sambil menambahkan bahwa Presiden Soeharto baru sekali saja mengunjungi propinsinya, yakni pada tahun 1967.

“Semacam progres report kira2 begitu. Inilah akhir tugas,” katanya lagi membenarkan bahwa ia akan meninggalkan jabatan gubernur NTB pada awal 1978 nanti.

Salah satu proyek pembangunan yang direncanakan akan dikunjungi Presiden adalah waduk Batujahe yang pembangunannya didasarkan survei sebuah team Kanada selama dua tahun.

“Makan Umbi Rutan, ltu Biasa”

Wasita Kusumah, atas pertanyaan, menerangkan bahwa dimakannya umbi hutan oleh sebagian penduduk di wilayahnya dalam masa kekeringan dewasa ini sudah biasa.

ltu sudah biasa. Orang kenyangpun senang, kripiknya itu lho”, katanya lagi sambil tersenyum. Tetapi, ia membenarkan bahwa makanan pokok penduduk NTB memang beras.

Tentang musibah kekeringan di wilayahnya, ia mengatakan bahwa Pemerintah daerah telah mengambil tindakan penyelamatan antara lain dengan memberikan bantuan dan menciptakan lapangan kerja melalui proyek padat karya.

Ia menilai Kabupaten Lombok Tengah bagian selatan dan Lombok Timur merupakan daerah penderita kronis musim kering. Obat bagi kedua kabupaten itu, menurut dia, adalah transmigrasi dan pembangunan sarana irigasi.

Dijelaskannya, rakyat NTB sampai sekarang ini masih terbiasa dengan tanaman monokultur (satu jenis saja), yakni padi, sekalipun usaha2 tanaman campuran seperti kedele sudah mulai digalakkan.

Ia mengakui bahwa ekspor temak NTB ke Hongkong sekarang ini menurun.

”Tetapi jumlah yang diangkut untuk inter-insuler naik,” katanya menambahkan dengan cepat. Tentang penurunan ekspor temak ke Hongkong itu, ia mengatakan bahwa antara lain itu disebabkan karena adanya saingan dan Australia dan RRC.

Sumbangan Bencana Alam

Wasita Kusumah juga melaporkan penerimaan dan penggunaan sumbangan untuk bencana alam gempa bumi yang melanda NTB pada pertengahan bulan Agustus.

Jumlah sumbangan yang diterima adalah Rp. 207 juta lebih, sedangkan yang telah dibagikan baru berjumlah Rp. 27 juta lebih. Dengan demikian masih terdapat saldo sebesar Rp. 179 juta.

Penggunaan sumbangan itu antara lain untuk pembangunan rumah penduduk dan penggantian sampan nelayan yang hilang ditelan gelombang pasang pada waktu terjadi gempa bumi itu. (DTS)

Sumber: ANTARA (02/11/1977)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 414-415.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.