Presiden Soeharto Ditunggu Di Caracas Minggu : SEBAGIAN K-15 TIDAK SETUJU KEHADIRAN PRESIDEN KOLOMBIA

Presiden Soeharto Ditunggu Di Caracas Minggu : SEBAGIAN K-15 TIDAK SETUJU KEHADIRAN PRESIDEN KOLOMBIA

 

 

Caracas, Suara Pembaman

Sebagian anggota Kelompok 15 tampak tidak setuju atas kehadiran Presiden Kolombia, Cesar Gaviria, sebagai peninjau dalam KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) kelompok tersebut yang akan dilangstmgkan di Caracas minggu depan.

Tuan rumah Presiden Venezeula, Carlos Andres Perez, pertengahan November lalu mengirim surat kepada seluruh kepala negara anggota Kelompok 15 sehubungan dengan rencana kehadiran Gaviria ini. Kelompok 15 merupakan forum kerjasama dari negara negara berkembang dengan anggotanya 13 negara Gerakan Non Blok ditambah Meksiko dan BraziI.

Presiden RI Soeharto ditunggu kedatangannya di Caracas hari Minggu (24/ 11) untuk menghadiri KIT tersebut. Di samping Presiden Carlos Andres Perez selaku tuan rumah, Presiden Chadli Benjedid dari Aljazair yang tadinya diperkirakan tak bisa datang, menyatakan akan hadir. Begitu pula Presiden Gajrlos Menem (Argentina), Perdana Menteri P.VNarasimha Ram (India), PM Michael Manley (Jamaika), PM Datuk Mahathir Moha mad (Malaysia), Presiden Carlos Salinas (Meksiko), Presiden Alberto Fujimori (Peru), PresidenAbdou Diouf(Senegal) dan Presiden Robert Mugabe (Zimbabwe).

 

Surat Presiden

Beberapa diplomat negara K-15 dalam keterangannya kepada wartawan Pembaman Albert Kuhon mengemukakan bahwa menurut informasi, surat yang

dikirimkan Presiden Carlos Andres Perez kepada para kepala negara, tertanggal 15 November 1991.Namun, tindasannya barn diterima oleh perwakilan negara-negara yang bersangkutan yang ada di Caracas sekitar tanggal21-22 November lalu.

Presiden Andres Perez mengusulkan kemungkinan dipertemukannya para kepala negara K-15 dengan Presiden Gaviria dari Kolombia dalam suatu j amuan makam malam, di dekat Waduk Guri, Kamis 28 November (Jumat pagi WIB).

Sejak awal, sejumlah diplomat dari negara-negara anggota K-15 sudah bertanya­tanya ketika pihak penyelenggara KTI mengusulkan perubahan jadwal acara. Tadinya acara di Guri hanya berlangsung siang hari dan rombongan kembali ke Caracas sorenya. Namun belakangan diubah dan rombongan menjadi bermalam di Guri. Alasan pihak penyelenggara, cuaca di wilayah tersebut kurang begitu baik setelah lewat pukul 16.00.

Setelah muncul surat dari Presiden Carlos, baru jelas alasan perubahan acara di Guri itu, beberapa diplomat itu menilai, langkah menghadirkan Presiden Kolombia sebagai peninjau, akan menimbulkan suasana kurang enak. Beberapa Kepala Negara anggota K-15 yang berhalangan, tidak boleh diwakili. “Menurut ketentuan yang disepakati dalam pertemuan tahun lalu di Kuala Lumpur, hanya kepala negara anggota K-15 saja yang hadir dalam acara KTI. Tak boleh diwakili. Kok sekarang mendadak diusulkan adanya kemungkinan peninjau,”kata salah satu diplomat.

Jika Kolombia yang bukan anggota K-15 dibolehkan hadir sebagai peninjau, maka bukan mustahil para kepala negara anggota K-15 lainnya yang tak bisa hadir akan minta dibolehkan mengirirnkan peninjau juga. Dewasa ini Presiden Hosni Mubarak dari Mesir, Presiden Ibrahim Badamasi Babangida dari Nigeria, Presiden Femando Coller de Mello dari Brazilia, serta Presiden Stipe Mesic dari Yugoslavia diperkirakan tak bisa hadir.“Masak yang bukan anggota boleh jadi peninjau, sedang yang anggotamalah tak bisa,”ujar diplomat lainnya.

Guna membolehkan kepala negara diwakili dalam KTT K-15,maka ketentuan mengenai hadirin yang telah disepakati dalam KTT Kuala Lumpur harus diubah kembali. Jika memang ketentuan itu tak bisa diubah dan pihak Venezeula tetap bersikeras akan menghadirkan Presiden Kolombia sebagai peninjau bukan mustahil akan tirnbul perpecahan dalam K-15 yang baru berumur dua tahun tersebut.

 

Brazilia

Sebenarnya, persoalan tersebut muncul setelah Presiden Fernando Coller de Mello dari Brazilia mengisyaratkan ketidakhadirannya. Diperoleh informasi, pihak Brazilia ingin keluar dari keanggotaan K-15. Alasannya Brazilia lebih suka digolongkan negara maju yang paling bungsu daripada termasuk negara berkembang yang sulung.

Presiden Carlos Andres Perez dari Venezuela, menginginkan agar K-15 tetap utuh. Sewaktu berita ini ditulis, Carlos Andres Perez sedang berkunjung ke Brazilia guna membujuk Collor de Mello. Paling tidak agar yang bersangkutan hadir dalam KTT K-15 di Venezuela minggu depan. Sumber-sumberyang dihubungi Pembaruan, Collor de Mello akan hadir di Ciracas walau tak mengikuti seluruh acara KTT.

Kelompok 15 dilahirkan dalam pertemuan tingkat tinggi di Beograd, Yugoslavia, September 1989. Pelopornya adalah Yugoslavia, Malaysia dan Venezeula. Anggota lainnya adalah Indonesia, India, Aljazair, Argentina, Brazilia, Mesir, Jamaika, Meksiko, Nigeria, Peru, Senegal dan Zimbabwe. Semua anggota K-15 merupakan negara­ negara Non Blok yang terbilang negara berkembang. (SA)

 

Sumber : SUARA PEMBARUAN (25/11/1991)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIII (1991), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 233-235.

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.