PRESIDEN SOEHARTO DISAMBUT MERIAH DI TIMOR TIMUR

PRESIDEN SOEHARTO DISAMBUT MERIAH DI TIMOR TIMUR

Presiden dan Ibu Tien Soeharto serta rombongan dari Jakarta tiba di Baccau (TimorTimur) dengan DC 10 Garuda, Minggu siang, untuk memulai kunjungan dua hari di Propinsi ke-27 RI itu.

Kemudian, dengan pesawat kecil Presiden dan rombongan menuju Kommoro (Dilli).

Di lapangan terbang Baccau dan Kommoro (Dilli), Presiden dan rombongan disambut oleh puluhan ribu rakyat yang menyambut sambil melambai-lambaikan Merah Putih di sela2 hiasan umbul2 janur kuning, demikian wartawan "Antara" melaporkan dari Dilli, Minggu malam.

Tari2an adat setempat juga dipersembahkan untuk menyemarakkan suasana penyambutan kedatangan Presiden Soeharto dan Ibu yang pertama kali di bumi Timor Timur.

Di sepanjang jalan terdengar teriakan2 "Hidup Presiden Soeharto, hidup Bapak Presiden !!!!", sementara spanduk2 juga turut menghiasi wilayah2 kota2 yang dilalui Presiden dan rombongan. Sebuah spanduk berbunyi

"Dirgahayu integrasi TimorTimur ke II", serta "Dengan jiwa dan semangat integrasi, kita sukseskan pembangunan di segala bidang".

Acara Presiden

Pada pukul 16.30 waktu setempat (WITA) Presiden meresmikan stasiun relay TVRI di Marapia, Dilli timur. Stasiun relay tersebut dibuat oleh Lembaga Elektronika Nasional (LEN) – LIP Bandung, dengan biaya Rp 150 juta selama tiga bulan. Pemancar relay yang berkekuatan 100 Watt itu mampu menjangkau kota Dilli dan sekitarnya dalam lingkaran 60 km. Dengan diresmikannya stasiun relay ini maka genaplah TVRI menjangkau ke 27 propinsi di Indonesia.

Sebelumnya, Presiden dan lbu Tien serta rombongan menyaksikan parade drumband pramuka di halaman Gubernuran di kota Dilli.

Kemudian Presiden secara simbolis menyerahkan seperangkat alat musik angklung kepada pramuka. Diteruskan dengan tanya jawab antara Kepala Negara dengan anak2 Sekolah Dasar (SD) yang memperlihatkan kebolehannya bersenam pagi Indonesia sebelum acara drumband.

Dalam kesempatan tersebut Presiden dan lbu banyak menanyakan tentang kelas dan kemajuan belajar anak2 tersebut.

"Kelas berapa", tanya Presiden kepada salah seorang murid. "Kelas empat Pak", katanya.

"Umurnya berapa?", "Raportnya ada merahnya tidak", Tanya Presiden beruntun. Anak itu hanya tersipu sipu saja.

Kepada guru2nya, Presiden menanyakan apakah ada peralatan yang kurang.

Diperoleh jawaban bahwa para guru masih membutuhkan tambahan buku2 untuk pelajaran bahasa Indonesia dan matematika.

Memeluk dan Membelai

Sambil berbincang2 dengan anak sekolah dasar tersebut Presiden dan lbu Tien Soeharto tak henti2nya memeluk sambil membelai kepala murid2 tersebut. Bocah2 tersebut kegirangan dan terharu karena sempat dipeluk dan dibelai oleh Kepala Negara dan lbu Negaranya.

Ketika meninjau acara pramuka di kemah2, Presiden dan lbu Tien Soeharto sempat mencicipi makanan yang dimasak oleh anggota pramuka tersebut.

Komentar Dua Dubes

Duta Besar Thailand di Jakarta, Thalerngehai Chartpraset yang menyertai kunjungan Presiden mengatakan, atas pertanyaan wartawan, bahwa ia melihat rakyat Timor Timur sangat berbahagia menyambut kedatangan Presiden Soeharto yang pertama ke TimorTimur.

Ketika dimintakomentarnya mengenai perkembangan Timor Timur setelah dua tahun integrasi, Dubes Thailand tidak bersedia menceritakan panjang lebar, karena ia baru pertama kali ke Dilli.

"Tetapi kebahagiaan yang terpancar dari para penyambut, menunjukkan bahwa mereka betul2 merasa sebagai bangsa Indonesia", katanya.

Sementara itu Dubes Singapura Othman Wok atas pertanyaan yang sama menyatakan, ia melihat kegembiraan rakyat Timor Timur berintegrasi dengan Indonesia. Lebih2 lagi jika mereka semuanya sudah fasih berbahasa Indonesia, kata Dubes Othman Wok.

Senin pagi, setelah menghadiri sidang istimewa DPRD Timtim untuk memperingati dua tahun integrasi dan menyampaikan pidato, Presiden dan rombongan akan meninjau daerah Meliana, tempat dibangunnya sebuah waduk irigasi untuk menjadikan daerah tersebut gudang bahan makanan bagi Timor Timur.

Dari Meliana, Presiden dan rombongan akan langsung bertolak ke Baccau dan kemudian kembali ke Jakarta. Presiden dan rombongan diharapkan tiba kembali di Jakarta pukul 15 WIB. (DTS)

Dilli, Antara

Sumber: ANTARA (17/07/1978)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 682-684.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.