PRESIDEN SOEHARTO DISAMBUT DENGAN UPACARA KEBESARAN DI INGGERIS

PRESIDEN SOEHARTO DISAMBUT DENGAN UPACARA KEBESARAN DI INGGERIS

Suatu upacarakebesaran yang penuh khidmat dan agung menyambut kedatangan Presiden Soeharto di London, hari Selasa untuk kunjungan yang berlangsung mulai tanggal 13 sampai 16 Nopember 1979 di Kerajaan Inggris Raya atas undangan Ratu Elizabeth.

Demikian diberitakan wartawan Antara, A.J.F. Makiwawu yang menyertai perjalanan Kepala Negara itu. Seterusnya dilaporkan kunjungannya, bahwa kunjungan ini selain merupakan kunjungan balasan dari Ratu Elizabeth ke Indonesia tahun 1974, juga merupakan kunjungan pertama Presiden RI ke Inggris.

Presiden yang disertai lbu Tien Soeharto tiba pukul 11.25 GMT atau pukul 18.25 WIB di Pelabuhan Udara Gatwick London dan disambut oleh Puteri Alexandra yang mewakili Ratu Elizabeth. Begitu pesawat B-707 yang membawa Kepala Negara berhenti, Dubes RI di London, Saleh Basarah dan istri menaiki tangga pesawat untuk menyampaikan ucapan selamat datang ke Presiden.

Presiden kemudian turun dari pesawat dan oleh Dubes diperkenalkan kepada Putri Alexandra dan beberapa pejabat tinggi Inggris. Setelah itu Presiden memeriksa pasukan kawal kehormatan dan dilanjutkan dengan mendengarkan lagu Indonesia Raya.

Setelah upacara Presiden memasuki ruangan VIP. Dipelabuhan udara itu juga sejumlah masyarakat Indonesia di London menyambut Kepala Negara dengan melambai2kan tangan sambil memegang bendera Merah Putih.

Dari pelabuhan udara Gatwick Presiden menaiki kereta api kerajaan menuju stasiun kereta api Victoria. Sebelumnya Presiden ketika di Pelabuhan udara Gatwick telah diperkenalkan kepada Direktur Pelabuhan Udara dan juga kepada kepala manager operasi perusahaan kereta api Inggeris dan manajer stasiun kereta api Gatwick.

Dengan kereta api kerajaan berwarna hijau tua, Presiden melanjutkan perjalanan ke stasiun Victoria dimana upacara penyambutan resmi kenegaraan dilakukan.

Presiden dan ibu Tien Soeharto dan tiga Menteri yang menyertainya tiba pukul 11.45 GMT atau jam 18.45 WIB. Kereta api terdiri dari enam gerbong dengan lokomotif berkekuatan 1.600 tenaga kuda.

Presiden Soeharto yang mengenakan pakaian warna gelap, ketika turun dari kereta api disambut langsung oleh Ratu Elizabeth yang mengenakan mantel hijau tua dengan kaus tangan hitam. Kedua Kepala Negara itu kemudian berjabat tangan sejenak sambil tersenyum, sementara Ibu Tien Soeharto yang memak:ai mantel putih berjabat tangan pula dengan Ratu dan Pangeran Philip, suami Ratu Elizabeth. Stasiun kereta api Victoria dimana Presiden disambut dengan permadani merah dan dekorasi yang menawan.

Sementara itu bendera Dwiwarna dan Union Jack dipajangkan di depan pintu masuk ruang VIP tersebut. Lampu-lampu proyektor menerangi tempat sekitar dimana penyambutan resmi diadakan, sehingga menambah semaraknya suasana penyambutan yang khidmat, dan hangat, walaupun udara waktu itu cukup dingin dengan suhu enam derajat Celsius.

Setelah berjabat tangan dengan Ratu Elizabet dan Pangeran Philip Presiden kemudian diperkenalkan kepada PM Inggeris Ny. Margareth Tatcher yang mengenakan baju warga gelap dan bertopi putih, dengan bagian atasnya berwarna biru laut.

Presiden juga diperkenalkan kepada Menlu Inggeris Lord Carrington dan beberapa pejabat Kerajaan dan Pemerintahan.

Menuju Buckingham

Setelah upacara di Victoria Station, Presiden dengan menggunakan kereta kencana yang ditarik enam ekor kuda meneruskan perjalanan ke Istana Buckingham. Ketika memasuki Istana Buckingham pukul 13.00 GMT atau 20.00 WIB kereta kencana yang membawa Presiden dan Ratu Elizabeth mendapat sambutan dari masyarakat yang berdiri di pinggir jalan yang menuju ke pintu gerbang Istana.

Sementara itu aba-aba dari pasukan kawal kehormatan yang berseragam abu­abu dan bertopi kulit beruang hitam, berganti-ganti terdengar ketika kereta kencana itu lewat di depan mereka, sehingga menambah suasana tradisi Inggeris dalam upacara itu kian megah.

Disepanjangjalan yang dilalui Presiden menuju ke lstana nampak pula polisi seragam biru tua bertopi hitam man pun putih berdiri tegak setiapjarak lima meter.

Sebelum memasuki pintu gerbang lstana Buckingham, Presiden melewati pula apa yang dinamakan "wedding-cake" (kueh perkawinan) yaitu sebuah monumen indah di depan Istana. Di Istana Buckingham diadakan upacara penyambutan kebesaran tradisional lnggeris.

Korps musik Istana memainkan lagu kebangsaan ”God Save The Queen" dan di Istana itu Presiden diterima oleh Lord MacLean, Lord Chamberlain dan Lord Stewart. Juga Presiden diperkenalkan kepada pejabat-pejabat Istana Buckingham.

Sebelumjamuan siang di Istana, Presiden mengadakan kunjungan kehormatan kepada Ratu Elizabeth di ruangan 1814 kemudian mengadakan santap siang di Bowroom yang diselenggarak:an oleh Ratu dan Duke of Edinburg.

Presiden Soeharto, Selasa sore jam 16.25 GMT atau 23.25 WIB mengunjungi Westrnintser Abbey dan setelah itu ke Istana James St. dimana akan disambut oleh Ketua Dewan London

Presiden pada kesempatan itu akan memberikan jawaban atas sambutan Ketua Dewan London Raya tersebut. Sore itu juga Presiden mengadakan kunjungan kepada Ibu Suri Ratu dan sesudah itu menerima kunjungan kehormatan Menteri LN Lord Carrington.

Presiden, lbu Tien Soeharto dan tiga Menteri Kabinet Pembangunan menghadiri jamuan makan malam kenegaraan yang diselenggarakan pukul 20.30 GMT atau 03.30 hari Rabu dini hari WIB.

Pada hari Rabu Presiden akan mengadakan pembicaraan dengan PM Margaret Tateher di Downingstreet 10 pada pukul 11.53 GMT atau 18.15 WIB, sementara lbu Tien Soeharto akan meninjau Tower of London. (DTS)

London, Antara

Sumber: ANTARA (14/11/1979)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 207-209.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.