Presiden Soeharto : DIMINTA GAJI POKOK ESELON I DISUMBANGKAN SELAMA SETAHUN

Presiden Soeharto : DIMINTA GAJI POKOK ESELON I DISUMBANGKAN SELAMA SETAHUN[1]

 

Jakarta, Business News

Presiden Soeharto meminta kepada kalangan pegawai negeri golongan kepangkatan IV atau eselon I untuk menyumbangkan gaji pokoknya selama setahun sejak bulan Maret 1998 ini. Sumbangan demikian nanti juga akan diminta dari kalangan swasta. Menteri Sosial ditugaskan menyusun mekanisme tata cara operasional. Yaitu bagaimana tata cara pengumpulan uang serta bagaimana pemanfaatan sumbangan-sumbangan tersebut.

Kepala Negara menyampaikan permintaan tersebut saat memimpin Sidang Kabinet Pembangunan VII yang pertama di Bina Graha Selasa kemarin. Mensesneg Saadilah Mursid yang menyampaikan permintaan Presiden bersama Menko Ekuin Kepala Bappenas dan Menteri Penerangan usai sidang Kabinet.

Soeharto sendiri mengumumkan bahwa gaji pokok dan tunjangan-tunjangan sebagai Presiden seluruhnya disumbangkan. Dikatakan bahwa dirinya menerima pensiun sebagai Jenderal Besar TNI Angkatan Darat.

Diberikan contoh, salah satu cara memanfaatkan sumbangan-sumbangan tadi misalnya melalui warung kecil seperti Warteg (Warung Tegal). Jika misalnya warung kecil bisa diberikan bantuan sehingga menjual makanan untuk sekali makan bisa kenyang dengan harga sekitar Rp.1.500.-, maka akan sangat berarti bagi kalangan masyarakat yang untuk makan tiga kali sehari masih kesulitan. Masyarakat demikian itu masih berjumlah besar. Jadi yang dibantu warung kecil tadi, sehingga bisa menjual sekali makan dengan harga Rp.1.500.

DAFTAR KEKAYAAN PEJABAT

Mengenai daftar kekayaan pribadi para Mentari sampai para Gubernur supaya disampaikan langsung kepada Presiden dengan rangkap dua. Dalam formulir tersebut dicantumkan hanya tidak untuk diumumkan dan tak untuk disiarkan. Jadi hanya untuk disimpan pada dokumentasi kepresidenan dan akan dipegang sendiri oleh Kepala Negara.

Sedang untuk pejabat-pejabat esalon I, atau nanti akan dikembangkan lebih luas lagi, daftar itu supaya disampaikan dan disimpan sebagai dokumen khusus oleh Manko Pangawasan Pembangunan/Pendayagunaan Apara tur Negara.

Sumber : Business News (8/03/1998)

__________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 251-252.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.