PRESIDEN SOEHARTO DI PONTIANAK

PRESIDEN SOEHARTO DI PONTIANAK

Presiden Soeharto dan rombongan disambut acara adat Dayak Umpang dan tepung tawar setibanya di lapangan terbang Supadio Pontianak, Senin pagi, untuk kunjungan selama dua hari di Kalimantan Barat.

Awal dari upacara adat itu adalah, pemotongan sebuah bambu dengan Mandau oleh Presiden Soeharto yang diserahkan oleh seorang pemuda berpakaian adat Dayak.

Dari lapangan terbang, Presiden dengan rombongan mempergunakan kendaraan mobil menuju Masjid Mujahiddin. Dari lapangan terbang ke Masjid Mujahiddin yang berjarak 18 km itu dipadati oleh para penyambut yang membawa umbul2 dan bendera.

Peresmian masjid didahului penekanan tombol oleh Presiden Soeharto. Begitu tombol ditekan pintu utama terbuka dan ayat suci Al Quran bergema.

Selesai itu, Presiden dan Ibu Tien Soeharto memasuki ruangan masjid. Masjid yang dibangun mulai tahun 1975 itu menelan biaya Rp 763 juta, diantaranya Rp 30 juta sumbangan Presiden.

Masjid itu terletak di tengah kota Pontianak dan berdiri diatas tanah seluas 6,4 hektar. Keistimewaan masjid itu adalah kubah setengah payung dan menaranya berbentuk tugu katulistiwa setinggi 245 meter, yang juga berfungsi sebagai bak air untuk wudhu.

Dari masjid Presiden meresmikan pengerukan alur muara Sungai Kapuas Kecil, yang menelan biaya sebesar Rp. 3 milyar.

Sore hari, Presiden menyaksikan pameran pembangunan dan peragaan anggrek alam dimana sekitar 120 jenis anggrek alam Kalimantan dipamerkan. Malam hari diadakan malam kesenian rakyat, di gedung Arena Remaja. (DTS)

Jakarta, Antara

Sumber: ANTARA (23/10/1978)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 740.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.