PRESIDEN SOEHARTO DENGAN “LE MONDE” BAGI RI LEBIH PENTING PASARAN EKSPOR DARI PADA BANTUAN

PRESIDEN SOEHARTO DENGAN “LE MONDE” BAGI RI LEBIH PENTING PASARAN EKSPOR DARI PADA BANTUAN [1]

 

Paris, Angkatan Bersenjata

Presiden Soeharto mengatakan bahwa Asia Tenggara tidak akan mengenal damai selama negara2 besar mempergunakan daerah ini sebagai arena dalam mana mereka saling berusaha menyatakan pengaruhnya.

Hal ini dikemukakan Presiden dalam wawancaranya dengan harian sore Le Monde yang terbit di Paris dan telah disiarkan di ibukota Perancis itu hari Kamis.

“Asia Tenggara hendaknya membebaskan diri untuk tidak menjadi daerah dimana negara2 besar tertentu saling berkonfrontasi”, kata Presiden Soeharto.

Presiden yang akan mengadakan kunjungan kenegaraan ke Perancis dari tanggal 13 sampai dengan 15 November yang akan datang itu selanjutnya berkata bahwa bahkan setelah konflik Vietnam berakhir Amerika Serikat, Uni Sovyet dan RRC akan meneruskan usaha2 mereka guna mencoba menanamkan pengaruh mereka didaerah ini.

Selama negara2 besar berusaha untuk mempergunakan daerah kami sebagai arena selama mereka mencoba untuk menetapkan pengaruhnya disana kami tidak akan merasakan suasana damai demikian ditambahkan.

Ia menyerukan negara2 Asia Tenggara untuk menghadapi situasi ini dengan memperkokoh ketahanan nasional mereka secara politik, ideologi ekonomi, kulturil dan milissi.

Ditanya hubungannya dengan Peking, ia menjawab bahwa “Jika RRC benar2 berhasrat, Indonesia bersedia untuk memperbaiki hubungannya”.

Atas pertanyaan lain Presiden Soeharto mengatakan bahwa Jepang tidak dibenarkan untuk menguasai secara sepenuhnya sumber2 alam Indonesia.

Berbicara soal hubungan2 Indonesia dengan Eropah, Presiden Soeharto mengatakan kepada Le Monde bahwa adalah lebih penting bagi Indonesia untuk memperoleh jaminan dari Pasaran bersama Eropah bagi ekspor2 tradisionalnya seperti karet, minyak sawit, kopi, Jahe, mineral daripada menerima bantuan. (DTS)

Sumber: ANGKATAN BERSENJATA (11/11/1972)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku III (1972-1975), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 26-27.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.