PRESIDEN SOEHARTO DAN PRESIDEN MARCOS

PRESIDEN SOEHARTO DAN PRESIDEN MARCOS MENGADAKAN PEMBICARAAN SATU JAM [1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Marcos dan Presiden Soeharto telah mengadakan pembicaraan selama kurang lebih satu jam di Istana Merdeka mengenai KTT ASEAN yang akan berlangsung bulan Pebruari di Bali.

Presiden Pilipina Ferdinand Marcos tiba di lapangan terbang internasional Halim Perdana Kusuma jam 10.45 untuk selama lebih kurang empat jam berada di Jakarta.

Presiden Marcos yang datang dari Kuala Lumpur setelah menghadiri pemakaman jenazah PM Malaysia Tun Abdul Razak, setibanya di Istana Merdeka langsung disambut Presiden Soeharto untuk selanjutnya mengadakan pembicaraan.

Presiden Marcos selesai pertemuan dengan Presiden Soeharto mengatakan, kedatangannya ke Jakarta adalah untuk menanyakan apakah KTT ASEAN tetap akan berlangsung, dan ternyata akan tetap berlangsung tanggal 23 Pebruari di Bali.

“Juga untuk menanyakan apakah sudah ada agenda untuk KTT itu dan ternyata sudah ada”, kata Marcos.

“Kunjungan saya yang utama ke Jakarta, kata Marcos, untuk menemui teman/saudara saya Presiden Soeharto yang baru saja menjalani operasi dan tampaknya sudah sehat kembali, saya gembira”, kata Presiden Pilipina.

Marcos menyatakan,

“saya juga menyampaikan hasil2 pembicaraan dengan pemimpin2 ASEAN lainnya di Kuala Lumpur dan menyampaikan pesan PM baru Malaysia Datuk Hussein Onn mengenai KTT”.

“Sekarang tergantung pada tuan rumah mengenai penyelenggaraan KTT tersebut”, katanya.

Selesai pembicaraan Presiden Soeharto mengantar Presiden Marcos sampai ke tangga Istana Merdeka yang kemudian disusul Ny. Tien Soeharto.

Marcos mengemukakan, pertemuan pejabat senior persiapan KTT ASEAN tanggal 5 dan 6 Pebruari di Bangkok tetap akan berlangsung begitu juga pertemuan Menlu2 ASEAN di Pataya, Muangthai tanggal 8 dan 9 Pebruari tetap dilaksanakan, kalau perlu tanggal 21 Pebruari para Menlu akan bertemu kembali.

Presiden Soeharto dalam pertemuan itu didampingi Menteri Hankam Jenderal M. Panggabean, Menlu Adam Malik dan Menteri Sekneg Soedharmono SH, sedang Presiden Marcos didampingi Menteri Pertahanan Pilipina dan Wakil Menlu.

Presiden Marcos dengan didampingi Menlu Adam Malik makan siang di Wisma Negara sebelum meninggalkan Jakarta jam 15.00. (DTS)

Sumber:  ANTARA (17/01/1976)

 

 

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 15-16.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.