PRESIDEN SOEHARTO DAN PARA GUBERNUR BAHAS MASALAH PRODUKSI PANGAN DAN TRANSMIGRASI

PRESIDEN SOEHARTO DAN PARA GUBERNUR BAHAS MASALAH PRODUKSI PANGAN DAN TRANSMIGRASI [1]

 

Jakarta, Antara

Masalah yang menyangkut produksi pangan dan transmigrasi telah dibahas dalam pertemuan selama dua jam antara Presiden Soeharto dan para Gubernur di Bina Graha hari Kamis.

Kepada para Gubernur yang tergabung dalam kelompok A, yaitu Gubernur didaerahnya tengah dilaksanakan Bimas secara intensip. Presiden menginstruksikan agar mereka terus menerus mengikuti pelaksanaan Bimas dan Inmas di daerahnya masing2.

Pelaksanaan dan pengawasan itu termasuk pula mengenai penyediaan pupuk, obat2an dan lain2, demikian dikemukakan oleh Menteri/Sekretaris Negara Sudharmono SH kepada pers. Disamping itu Kepala Negara juga menerima para Gubernur yang tergabung dalam kelompok penerima dan pengirim transmigrasi.

Sepuluh daerah yang tengah dilaksanakan Bimas secara intensip ialah Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, Lampung dan Sumatera Barat.

Enam daerab pengirim transmigrasi ialah DKI Jaya, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur dan Bali. Daerah2 penerima transmigrasi ialah Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Riau, N usa Tenggara Barat dan Maluku.

Transmigrasi Spontan Ditingkatkan

Baik kepada daerah2 pengirim maupun penerima transmigrasi Presiden Soeharto mengharapkan agar penerimaan maupun pengiriman transmigrasi spontan ditingkatkan.

Pemerintah menilai transmigrasi spontan lebih bergairah dibandingkan dengan transmigrasi umum. Presiden Soeharto memutuskan untuk meningkatkan bantuan kepada transmigrasi spontan.

Untuk transmigrasi umum, pemerintah memberikan bantuan Rp 200.000 per kepala keluarga, termasuk diantaranya biaya pengangkutan, membuka tanah (Rp 100.000 per kepala keluarga. Sebelumnya Rp 40.000 per kepala keluarga).

1.000 Kepala Keluarga

Kepada daerah pengirim transmigrasi oleh Presiden Soeharto diinstruksikan untuk menyiapkan 1.000 orang kepala keluarga atau 5.000 orang dari tiap2 propinsi.

Menurut Menteri Negara Sudharmono, biayanya sudah disediakan untuk pengiriman tersebut, yaitu kepada tiap propinsi masing2 Rp.100 juta.

Pelaksanaan pengiriman itu akan dilakukan secepatnya, demikian Menteri Sekretaris Negara Sudharmono SH. (DTS)

Sumber: ANTARA (22/11/1973)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku III (1972-1975), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 241-242.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.