PRESIDEN SOEHARTO : DALAM MELAKSANAKAN PEMBANGUNAN HARUS PANDAI MENGANTISIPASI KEADAAN

PRESIDEN SOEHARTO : DALAM MELAKSANAKAN PEMBANGUNAN HARUS PANDAI MENGANTISIPASI KEADAAN [1]

Padang, Suara Pembaruan

Presiden Soeharto meminta seluruh warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih untuk menggunakan hak pilihnya tanggal 9 Juni yang akan datang dengan sebaik­ baiknya. Karena dengan pemilihan umum itu dibentuk MPR yang menetapkan GBHN baru, yang menjadi landasan bagi pembangunan bangsa kita lima tahun kemudian dan sekaligus menjadi pedoman bagi bangsa Indonesia dalam memasuki abad ke-21.

Kepala Negara mengatakan hal itu pada peresmian proyek pengembangan fasilitas Pelabuhan Laut Teluk Bayur di Padang Kamis sore setelah pagi harinya meresmikan pabrik pengolahan kelapa sawit PT. Tidar Kerinci Agung dan perluasan pabrik teh PT Perkebunan VIII di Desa Lubuk Besar, Kabupaten Sawahlunto Sijunjung, Sumatra Barat.

Presiden mengatakan, kita menyadari bahwa pembangunan adalah proses yang dinamis. Pelaksanaannya sangat dipengaruhi oleh berbagai perkembangan, baik yang terjadi di dalam negeri maupun di dunia umumnya. Karena itu pula, dalam melaksanakan pembangunan kita harus pandai-pandai mengantisipasi keadaan.

Dana yang dapat kita kerahkan untuk membiayai pembangunan, menurut Presiden Soeharto, masih saja terbatas jumlahnya. Oleh sebab itu, dalam melaksanakan pembangunan kita perlu menetapkan prioritas. Dana yang terbatas tadi harus kita pusatkan pada pembangunan bidang-bidang yang dapat menjadi kekuatan penggerak bagi kemajuan bidang-bidang lainnya. Dengan demikian, secara bertahap semua bidang dapat kita bangun untuk mewujudkan cita-cita kita bersama.

Sarana Penting

Kepala Negara mengatakan, Teluk Bayur, pelabuhan samudera utama di pantai barat Sumatra, merupakan sarana penting untuk memperlancar arus barang. Maka kegiatan pertanian, pertambangan, industri dan perdagangan dapat dipacu pertumbuhannya di Sumbar maupun di propinsi tetangganya.

Presiden menegaskan, mengembangkan pelabuhan dan membangun pabrik­ pabrik tidaklah mudah, juga tidak murah. Untuk itu diperlukan dana, keahlian dan waktu.

“Sebab itu, saya minta agar proyek-proyek yang telah berhasil kita bangun dengan biaya yang tidak sedikit ini digunakan semaksimal mungkin dan dipelihara dengan sebaik-baiknya agar dapat digunakan dalamjangka waktu lama.”

Semuanya itu akan dapat kita wujudkan jika dalam melaksanakan tugas, kita selalu berusaha sekuat tenaga untuk meningkatkan mutu. Untuk itu, dalam melaksanakan suatu pekerjaan kita harus dapat memberikan yang terbaik.

“Saya yakin bahwa pembangunan bangsa kita akan bergerak lebih cepat dan lebih baik lagijika hal inidapat menjadi tekad kita semua,”ujar Kepala Negara.

Dalam kunjungan sehari di Sumatra Barat itu, sewaktu Presiden meresmikan dan meninjau dua pabrik di Sawahlunto Sijunjung, Ibu Tien Soeharto meresmikan Gedung Wanita Sumbar, Gedung Genta Budaya dan masjid di Sungayang, Batusangkar, yang dipusatkan di Gedung Olahraga Agus Salim Padang.

Temu Wicara

Sementara itu, dalam temu wicara dengan para petani, pengrajin, pemuda dan tokoh masyarakat seusai meresmikan pabrik pengolahan kelapa sawit PT. Tidar Kerinci Agung dan perluasan pabrik teh PT Perkebunan VIII di Desa Lubuk Besar, sekitar 300 km dari Padang, Presiden Soeharto mengemukakan antara lain, potensi perusahaan-perusahaan besar akan terus digunakan oleh pemerintah dalam menggali sumber daya alam, sebagai salah satu upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional untuk kemudian diratakan kepada rakyat di seluruh daerah. Adapun tugas pemerataan pembangunan dan hasil pembangunan itu menjadi tanggungjawab pemerintah, katanya.

Namun diingatkan,untuk mencapai pertumbuhan dan terlaksananya pemerataan tersebut hanyalah dimungkinkan jika adanya stabilitas nasional yang dapat menjamin yang bisa melaksanakan pembangunan nasional tanpa stabilitas keamanan .

Sementara itu, Hashim S. Sjoyohadi kusumo, Direktur Utama  PT TKA, menyebutkan , TKA didirikan di Jakarta, 18Juli 1984. Pembukaan lahan perkebunan dilaksanakan 15 Januari 1986. Sampai awal Maret 1992, realisasi penanaman telah mencapai 15.000 hektare dari luas yang dimiliki 27.394 ha. Investasi yang sudah tertanam sebanyak Rp.75.445 miliar lebih dari rencana investasi Rp.92.909 mi1iar lebih. Areal PT. TKA terletak di dua propinsi, Kabupaten Solok dan Kabupaten Sawahlunto Sijunjung, Sumatra Barat dan Kabupaten Bungo Tebu, Jambi. (012/B- 7/Den/T-3)

Sumber: SUARA PEMBARUAN (08/05/ 1992)

_______________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIV (1992), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 520-522.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.