PRESIDEN SOEHARTO BICARA DENGAN PRESIDEN TANZANIA

PRESIDEN SOEHARTO BICARA DENGAN PRESIDEN TANZANIA

 

Dar es Salam, Angkatan Bersenjata

Pembicaraan empat mata antara Presiden Soeharto dan Presiden Tanzania Ali Hassan Mwinyi dilangsungkan Jumat pagi waktu setempat di Istana Kepresidenan di Dar Es Salam.

Pembicaraan empat mata yang berlangsung hanya setengah jam itu, dilanjutkan dengan pembicaraan yang dihadiri para menteri Indonesia dan menteri-menteri Tanzania.

Kedua pihak dalam pembicaraan itu diduga akan membahas peningkatan kerja sama ekonomi, teknologi dan kebudayaan antara kedua negara, karena pada Sabtu (7I 12) akan ditandatangani suatu perjanj ian kerja sama di bidang ekonomi, telmik, ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

Menko Ekuin Radius Prawiro sesaat sebelum pembicaraan itu, mengatakan kepada Antara A.J. F. Makiwawu yang mengikuti rombongan Presiden, bahwa perjanjian kerja sama ini merupakan “payung” bagi perjanjian kerja sama lainnya antara Indonesia dan Tanzania.

Presiden Soeharto seusai pembicaraan, melakukan sholat Jumat di Masjid AI Mamun di Dar Es Salam dan pada malamnya menyatukan pertunjukan kesenian.

Dijadwalkan, pada Sabtu setelah melakukan kunjungan ke Zanzibar yang memerlukan waktu penerbangan 20 menit dari Tanzania, Presiden Soeharto akan menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja sama kedua negara yang dilakukan Menlu Ali Alatas dan Menlu Tanzania.

 

Banyak Bidang

Pada jamuan kenegaraan Kamis malam, Presiden Tanzania, Ali Hassan Mwinyi dalam sambutannya mengatakan, banyak bidang yang dapat dikembangkan bagi peningkatan kerja sama kedua negara.

Indonesia dan Tanzania sejak lama merupakan mitra dagang dalam komoditi cengkeh, katanya dan menambahkan bahwa kedua negara bisa melakukan kerja sama dalam eksplorasi gas alam termasuk eksploitasi dan pemasarannya sekaligus.

“Pintu terbuka bagi swasta Indonesia untuk investasi ke Tanzania,” demikian Presiden Tanzania mengatakan. (SA)

 

Sumber : ANGKATAN BERSENJATA (07/12/1991)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XIII (1991), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 327.

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.