PRESIDEN SOEHARTO BERTEMU CLINTON 27 OKTOBER

PRESIDEN SOEHARTO BERTEMU CLINTON 27 OKTOBER[1]

 

Cartagena, Republika

CARTAGENA-Presiden Soeharto akan melangsungkan pembicaraan dengan Presiden AS Bill Clinton di Gedung Putih, Washington, 27 Oktober. Pembicaraan dalam kunjungan kerja ke AS itu, menurut Menteri Sekretaris Negara Moerdiono, akan membahas peningkatan hubungan bilateral serta pertemuan para pemimpin ekonomi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik  (APEC) di Osaka, Jepang, 19 November.

“Saya telah mendapat rekonfinnasi dari Dubes kita di AS, Arifin Siregar, bahwa Gedung Putih telah menyetujui pertemuan tanggal 27 Oktober di Gedung Putih, menjelang keberangkatan Presiden Soeharto dari Washington ke Suriname,” kata Moerdiono di Hilton Hotel, Cartagena, Kolombia, tempat Presiden Soeharto bermalam, Kamis (19/10) petang atau dini hari WIB kemarin.

Penjelasan Moerdiono mengenai pertemuan penting itu dikemukakannya setelah menyampaikan hasil pertemuan Presiden Soeharto dengan sejumlah kepala negara atau kepala pemerintahan yang menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi XI Gerakan Non Blok (GNB) di Cartagena.

Moerdiono mengemukakan, dalam kunjungan kerja di AS itu Presiden Soeharto memang berkeinginan untuk bertemu dengan Clinton guna membahas masalah bilat­eral, regional, serta internasional. “Pertemuan itu penting, “kata Moerdiono,

“untuk menegaskan kembali niat bagi peningkatan kerja sama Indonesia dan AS serta bertukar pikiran tentang pertemuan APEC di Osaka.”

Pertemuan di Osaka, rencananya, akan diikuti oleh seluruh -18 negara ­ anggota APEC. Mereka adalah enam anggota Perhimpunan Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) ditambah AS, Kanada, Cile, Meksiko, Jepang, Republik Rakyat Cina, Cina Taipei (Taiwan), Hongkong, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, serta Papua Nugini.

Menurut jadwal, Presiden dan rombongan meninggalkan Cartagena, pada Jumat pukul ll.OO waktu setempat (pukul 23.00 WIB) menuju New York. Dengan jadwal keberangkatan ke New York ini berarti Presiden tak akan turut serta pada upacara penutupan KTT XI GNB. Upacara penutupan, menurut jadwal pula, berlangsung pukul 11.00 waktu setempat.

Di Cartagena sendiri, pada hari kedua KTT XI GNB, Presiden menerima tak kurang dari sembilan tamu di Balai Sidang Cartagena, untuk mengadakan pertemuan bilateral. Dengan begitu, ditambah pertemuan tujuh kepala negara, kepala pemerintahan, serta menteri luar negeri sehari sebelumnya, selama di Cartagena, Presiden menerima 25 tamu.

Pada umumnya pertemuan menyangkut peningkatan hubungan kedua negara serta ucapan selamat atas keberhasilan Presiden memimpin GNB. “Para pemirnpin itu sepakat bahwa GNB masih relevan, meskipun konfrontasi antara Barat dan Timur sudah tidak ada lagi,” kata Moerdiono. Dijelaskan, para pemimpin yang bertemu dengan Presiden menginginkan Indonesia tetap aktif dalam kelanjutan perjalanan perjuangan GNB, setelah Indonesia tak lagi menjadi ketua. “Mereka menginginkan peningkatan kerja sama Selatan-Selatan agar negara berkembang bisa menjadi mitra berbobot bagi negara Utara,”tambah Moerdiono. Di antara mereka yang bertemu Presiden, ketika itu: Perdana Menteri Mali Ibrehim Boubaccar Keita; Ketua Presidium Liberia Alhajisv Kromah; Presiden Vietnam Le Due Anh; Wakil Presiden Korea Utara Park Song Chol; serta Julius Nyirere, ketua South Center, yang telah membuat telaah tentang keadaan negara­ negara berkembang serta peranan yang bisa dimainkan Selatan dalam ekonomi global. Presiden, kata Moerdiono, menyampaikan terima kasih kepada South Center karena dengan telaah yang dibuatnya pengetahuan tentang negara-negara Selatan semakin bertambah dalam. “Bahan-bahan yang dihimpun South Center, yang kemudian dianalisis, sangat penting karena kita bisa mengetahui kekurangan­ kekurangan Selatan,” ujarnya . (mpr)

Sumber:REPUBLIKA (21I 10/1995)

_______________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVII (1995), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 293-294.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.