PRESIDEN SOEHARTO ANJURKAN AGAR PASANG TANDA “BUATAN INDONESIA”

PRESIDEN SOEHARTO ANJURKAN AGAR PASANG TANDA BUATAN INDONESIA [1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto menganjurkan kepada perusahaan2 di Indonesia untuk membubuhkan dengan jelas tulisan “buatan Indonesia” untuk tiap barang hasil produksinya.

Anjuran tersebut dikatakan ketika berpidato di Palembang, Rabu siang pada upacara peresmian pabrik “polypropylene” yang menurut Kepala Negara merupakan pabrik pertama jenis yang terbesar bukan hanya di Indonesia tapi juga di Asia Tenggara. Polypropylene adalah butir plastik bahan baku pembuatan barang2 plastik. Presiden mengatakan dengan dibubuhkannya “buatan Indonesia” pada barang2 yang kita hasilkan akan memupuk kekuatan dan semangat membangun.

Presiden dalam kesempatan itu untuk kesekian kalinya menganjurkan kepada masyarakat untuk memprioritaskan penggunaan hasil2 industri dalam negeri.

“Kita berproduksi justru untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan menggerakkan kekuatan pembangunan yang lebih besar. Karena itu tidak akan ada gunanya produksi bertambah apabila masyarakat sendiri segan membelinya,” katanya menekankan.

Presiden melihat arti dalam bidang kejiwaan daripada penggunaan produksi di dalam negeri itu. “Kita harus merasa bangga dengan produksi sendiri, karena hasil produksi itu menunjukkan kemampuan kita.”

“Percaya kepada kemampuan sendiri adalah salah satu kekuatan pokok pembangunan,” katanya menegaskan.

Perintis

Presiden Soeharto menilai bahwa pabrik yang dibangun oleh PT. Pertamina itu merupakan kesatuan produksi perintis karena “polypropylene” merupakan salah satu bahan plastik yang terbaru.

Meskipun demikian pemanfaatannya telah berkembang luas sehingga meliputi bidang2 pertanian, industri serta keperluan rumah tangga.

Presiden mengucapkan selamat dan penghargaan kepada Pertamina terutama kepada mereka yang telah mencetuskan gagasan, meneliti, merencanakan dan ikut menyelesaikan pembangunannya.

“Pembangunan selalu memerlukan mereka yang memiliki gagasan2 baru dan segar, gagasan2 yang mungkin dilaksanakan pada tahap pembangunan sekarang dan serentak dengan itu memiliki pandangan jauh ke depan.”

Presiden mengatakan, bahwa pabrik “polypropylene” merupakan industri landasan bagi industri plastik di negeri ini yang dalam tiga atau empat tahun terakhir maju pesat.

Berbagai barang dari plastik telah kita hasilkan sendiri, baik barang2 plastik yang sangat diperlukan oleh industri2 penting lainnya maupun yang langsung diperlukan oleh masyarakat.

Banyak Tenaga Kerja

Presiden Soeharto mengatakan, industri barang plastik merupakan contoh yang baik bagaimana industri yang menggunakan mesin2 modern juga memberi kesempatan kerja yang cukup lumayan, karena umumnya pabrik ini menggunakan banyak tenaga kerja untuk menjalankan mesin2nya.

“Perluasan kesempatan keIja inilah salah satu segi penting yang harus semakin meluas dalam keseluruhan gerak pembangunan yang sedang kita kerjakan sekaran ini.

Punya Landasan Kokoh

Presiden menyatakan, bahwa selama ini Indonesia masih harus mengimpor seluruh bahan baku untuk industri barang2 plastik dari luar negeri. Sehingga pada hakekatnya industri jenis ini belum mempunyai landasan berdiri yang kokoh, karena hidupnya sangat tergantung pada kesempatan kita untuk memperbesar devisa.

Kepala Negara menganggap perlu Indonesia terus berusaha memperbanyak industri2 yang menghasilkan barang2 pengganti impor.

“Pabrik ini adalah salahsatu contohnya”, demikian Presiden yang menambahkan, “dengan berdirinya pabrik ini maka barang2 plastik mempunyai landasan hidup yang lebih kokoh dan jelas akan lebih menjamin perluasan kesempatan kerja bagi puluhan ribu orang.”

Presiden juga menilai, bahwa pembangunan pabrik ini menunjukkan kekayaan minyak dan gas bumi yang dimiliki Indonesia masih membuka kemungkinan2 pengolahan yang lebih luas. (DTS)

Sumber: ANTARA (l8/07/1973)

 

 

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku III (1972-1975), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 224-226.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.