PRESIDEN SOEHARTO AKUI ADA KERESAHAN

Jurang Pemisah Seolah-olah Makin Besar

PRESIDEN SOEHARTO AKUI ADA KERESAHAN [1]

Jakarta, Merdeka

Presiden Soeharto mengakui dalam tahun-tahun belakangan ini ada keresahan, seolah-olah makin besar jurang pemisah antara selapisan masyarakat dengan kedudukan ekonomi kuat dan menguasai kehidupan ekonomi disatu pihak.

Berbicara di depan peserta simposium pengusaha kecil seluruh Indonesia, Kepala Negara menambahkan di seberang lain berhimpun bahagian terbesar masyarakat yang berada dalam kegiatan ekonomi nasional.

“Lebih dari sekedar persoalan ekonomi, ini adalah masalah sosial, jelasnya masalah keadilan sosial,” ucap Presiden.

“Dari sudut inilah Pemerintah mengambil kebijaksanaan untuk memecahkan ketidak selarasan tadi,” kata Presiden lagi.

Kebijaksanaan Pemerintah adalah untuk memperbesar kemampuan golongan ekonomi lemah agar dapat makin berpartisipasi dalam pembangunan. Ini berarti pola pembangunan harus diarahkan untuk makin memperluas keterlibatan semua kekuatan dalam masyarakat dan pembagian kembali yang adil dari hasil pembangunan.

“Dengan sikap ini, tidak berarti bahwa kita harus mematikan peranan golongan ekonomi kuat dalam proses pembangunan,” kata Presiden.

Presiden mengatakan dengan tegas tidak ada alasan untuk cemas seolah-olah tidak ada harapan bagi orang “kecil” atau seakan-akan tidak ada lagi hari esok bagi pengusaha pengusaha kecil.

Golongan lemah harus dibantu, diberi kredit dengan syarat yang tidak berat melalui KIK, (Kredit Investasi Kecil) dan KMKP (Kredit Modal Kerja Pertama), kepada usaha-usaha tradisionil diberi perlindungan.

“Pemerintah bertekad untuk membantu dan menumbuhkan pengusaha-pengusaha lemah” kata Presiden. (DTS)

Sumber: MERDEKA (08/11/1977)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 416.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.