PRESIDEN SOEHARTO AKAN RESMIKAN DELAPAN PROYEK DI SULSEL

PRESIDEN SOEHARTO AKAN RESMIKAN DELAPAN PROYEK DI SULSEL[1]

 

Ujungpandang, Antara

Presiden Soeharto menurut rencana 10 September 1996 akan melakukan kunjungan kerja dan meresmikan delapan proyek bernilai Rp 1,18 triliun di propinsi Sulawesi Selatan.

Peresmian proyek-proyek tersebut dipusatkan di pabrik unit IV PT. Semen Tonasa, di Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), sekitar 62 kilometer dari Ujungpandang, demikian dikatakan Karo Humas Pemda Sulsel, Drs A. Arifuddin Saransi di Ujungpandang, Sabtu.

Saransi pada kesempatan itu didampingi Kakanwil Deppen Sulsel Drs Latief Lote dan Kapendam VII Wirabuana Letkol Muchtar Darise.

Dijelaskannya, proyek yang akan diresmikan itu adalah perluasan pabrik semen Tonasa yang dibangun dengan investasi Rp 964,41 miliar berkapasitas produksi 2,3 juta ton semen/tahun. Pabrik cocoa butter dengan investasi Rp 20 miliar. Pabrik itu mempunyai kapasitas produksi 5.000 ton mentega kakao/tahun, 6.000 ton bubuk kakao/tahun dan 60.000 ton biji kakao/tahun serta menyerap 71 orang tenaga kerja.

Pabrik travo dengan investasi Rp 15 miliar, berkapasitas produksi 20 unit travo/ hari atau 4.800 unit travo/tahun dan kapasitas rata-rata 200 KVA serta menyerap 120 orang tenaga kerja.

Penambangan dan pengolahan marmer alam dengan investasi Rp 32 miliar, berkapasitas produksi 600.000 meter persegi/tahun serta menyerap 300 tenaga kerja. Untuk jenis yang sama yakni proyek produksi tambang dan keramik dengan investasi Rp 30 miliar, berkapasitas 5.000 meter kubik tambang/bulan dan keramik 30.000 meter persegi/bulan yang menyerap 630 tenaga kerja.

Proyek dalam lingkungan pekerjaan umum bernilai Rp 52,98 miliar terdiri atas peningkatan jaringan pengairan tambak pada lima kabupaten yakni kabupaten di Sulsel untuk 8.266 hektar.

Peningkatan irigasi desa tahap III yang tersebar di 20 kabupaten di Sulsel untuk 38.415 hektar, penggantian jembatan 209 meter dan peningkatan jalan 50 kilometer.

Selain itu, penyediaan air bersih di Kabupaten Polmas yakni instalasi pengelolaan air kapasitas 10 liter/detik, hidran umum sebanyak 11 unit dan perpipaan 9.662 meter.

Pembangunan perumahan RS dan RSS yang dilakukan oleh Perum Perumnas dengan investasi Rp 48,83 miliar untuk 5.327 unit rumah pada lahan 394,44 hektar tersebar pada lima kabupaten dan kota madya di propinsi ini.

Di Ujungpandang sebanyak 4.310 unit, Kabupaten Maros 312 unit, Wajo 140 unit, Luwu 169 unit dan Kodya Pare-pare 495 unit.

Selain itu proyek pembangunan perumahan taman Telkomas dengan investasi Rp 22 miliar pada lahan 20 hektar untuk 758 unit rumah yang terdiri tipe 45 sebanyak 344 unit, tipe 54 sebanyak 186 unit dan tipe 70 sebanyak 288 unit, kata Saransi.

Sumber : ANTARA (07/09/1996)

_____________________________________________
[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 411-412.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.