PRESIDEN SOEHARTO AKAN KE FILIPINA

 PRESIDEN SOEHARTO AKAN KE FILIPINA[1]

 

Manila, Kompas

Presiden Filipina Fidel Ramos pada hari Rabu (22/6) mengatakan bahwa Presiden Indonesia Soeharto telah menerima sebuah undangan untuk berkunjung ke Filipina, walaupun hubungan sempat menegang setelah Manila menyelenggarakan Konferensi Asia-Pasifik tentang Timor Timur (APCET) awal bulan ini.

“Rencana-rencana sedang dikonfirmasikan bagi kunjungan balasan Presiden Soeharto yang menerima undangan yang saya sampaikan ketika saya berkunjung ke Jakarta tahun lalu,” kata Ramos kepada para wartawan yang menjelaskan tentang kunjungan resminya ke Indonesia pada tahun 1993.

Kedua negara juga dijadwalkan akan membuka pembicaraan dua hari di Manado, Sulawesi Utara pada hari Kamis ini (23/6) untuk menetapkan batas-batas maritim dan menyelesaikan konflik potensial yang melibatkan wilayah- wilayah perbatasan laut.

“Penyelenggaraan pertemuan ini akan menghapuskan segala keraguan yang menghambat dalam hubungan kita,”kata Ramos. Hubungan Manila-Jakarta menegang ketika sebuah kelompok kiri Filipina menyelenggarakan APCET.

Keberangkatan Indonesia atas penyelenggaraan APCET tersebut menyebabkan Presiden Ramos memerintahkan pencekalan orang asing yang hendak berpartisipasi dalam konferensi tersebut. Pihak Manila telah mengusir peraih hadiah Nobel dari Irlandia Maireal Maguire dan menempatkan istri Presiden Danielle Mitterrand dalam daftar cekal masuk ke Filipina.

Ramos sendiri membantah bahwa hubungan Filipina dengan Indonesia menegang akibat penyelenggaraan konferensi yang kontroversial tersebut. Tentang pertemuan dengan para pejabat Indonesia, Ramos yakin bahwa pembicaraan mengenai masalah perbatasan kedua negara pekan ini akan mengurangi konflik-konflik yang potensial, terpeliharanya kawasan penangkapan ikan traclisional, serta mempercepat pembangunan sebuah kawasan pertumbuhan ekonomi. Pembicaraan pembatasan ulang perbata san maritim di Manado yang akan ber­langsung pada tanggal 23-24 Juni mendatang, pihak Filipina akan dipimpin oleh Wakil Menlu Rudolfo Severino. Delegasi Filipina akan terdiri dari para pejabat pertanian dan pertahanan.

Kunjungan Pengusaha

Sebelumnya, kantor berita Antara pada hari Sabtu (18/06) melaporkan bahwa sebuah delegasi besar pengusaha Indonesia akan mengadakan kunjungan ke Filipina pada bulan Juli mendatang. Kunjungan delegasi ini sempat ditunda akibat diselenggarakannya konferensi APCET yang kontroversial tersebut.

Antara yang mengutip seorang pejabat Kadin Indonesia cabang Sulawesi Utara yang menyebutkan bahwa sekitar 100 orang pengusaha dari propinsi ini akan mengadakan kunjungan ke kota Davao untuk mengadakan pertemuan bisnis berkaitan dengan Kawasan Pertumbuhan ASEAN Timur (EAGA).Seluruh delegasi Indonesia diperkirakan akan mencapai 500 orang. Ide EAGA pertama kali diusulkan oleh Presiden Ramos yang bertujuan untuk menyatukan ikatan-ikatan ekonomi subregional yang menghubungkan Sulawesi, Filipina bagian selatan, Brunei Darussalam, dan Malaysia bagian timur. Konferensi tentang EAGA ini pada awalnya dijadwalkan berlangsung pada bulan Mei, tapi ditunda karena para pengusaha Indonesia memprotes diselenggarakan APCET pada tanggal 31 Mei-4 Juni yang lalu. (AFP/Rtr/rlp)

Sumber: KOMPAS ( 23/06/1994)

_________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVI (1994), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 74-75.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.