PRESIDEN SOEHARTO AKAN HADIR PADA PUNCAK HARKITNAS

PRESIDEN SOEHARTO AKAN HADIR PADA PUNCAK HARKITNAS

 

Jakarta, Pelita

Puncak acara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-80, akan berlangsung di Balai Sidang Jakarta. Dalam perayaan itu menurut rencana Presiden Soeharto akan hadir dan memberikan amanatnya.

Demikian dikemukakan Menteri Penerangan H. Harmoko kepada wartawan setelah melaporkan persiapan peringatan Harkitnas kepada Presiden Soeharto di Bina Graha, kemarin.

Harkitnas untuk tahun ini menurut Menpen bertemakan, “Dengan Jiwa dan Semangat Kebangkitan Nasional Kita Mantapkan Pengamalan Pancasila.” Sedang perayaannya itu sederhana, akan dilakukan sesederhana mungkin namun khidmat, merakyat serta getarannya meluas ke seluruh masyarakat.

Mengenai tujuannya, antara lain, mengembangkan tanggung jawab dan disiplin dalam menjalankan tugas-tugas nasional. Selain memantapkan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai sejarah bangsa dalam pengamalan Pancasila.

Tujuan lain, memperkokoh dan membudayakan rasa persatuan dan kesatuan nasional, mengembangkan semangat perjuangan dan mengembangkan dan menumbuh suburkan semangat kebangsaan.

Kegiatan Harkitnas yang dituang dalam Keppres No. 1 tahun 1985 ini, dalam melaksanakan kegiatan-kegiatannya mengikut sertakan masyarakat pers, masyarakat banyak di samping Departemen sebagai pihak penanggung jawabnya. Maksudnya untuk meningkatkan swadaya masyarakat, mengembangkan jati diri dalam mamantapkan nilai sejarah.

Kegiatannya itu sendiri berupa bakti sosial, pameran, saresehan, panggung budaya, kebersihan sekolah, kampung dan lingkungan, lomba melukis, lomba penulisan harkitnas, lomba cipta lagu-lagu perjuangan dan kirab remaja.

Dalam kegiatan bakti sosial dan kebersihan sekolah serta lingkungan, selain mengikut sertakan masyarakat, juga anak-anak didik. Sehingga, anak-anak tersebut lebih meningkatkan pemahaman tentang rasa persatuan dan kesatuan.

Mengenai kirap remaja yang akan dipimpin oleh Seto Mulyadi, akan berlangsung tanggal 20 Mei 1988. Jarak yang ditempuh, dari patung Bung Tomo di Surabaya sampai Monas Jakarta.

 

 

Sumber : PELITA (20/04/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 496.

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.