PRESIDEN : SIAPKAN PROGRAM BAGI LANSIA

PRESIDEN : SIAPKAN PROGRAM BAGI LANSIA[1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto mengajak masyarakat menyiapkan berbagai program untuk memecahkan masalah lanjut usia yang akan semakin banyak jumlahnya.

“Meningkatnya jumlah penduduk usia lanjut ini, di satu pihak, menggembirakan kita semua, namun di lain pihak, memberikan tantangan baru yang harus kita carikan pemecahannya.” kata Presiden dalam pidato yang disiarkan TVRI dan RRI Minggu malam dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Nasional.

Kepala Negara mengemukakan, pembangunan nasional selama ini di satu pihak berhasil menekan tingkat kematian bayi dan Balita, sedang di lain pihak menambah angka harapan hidup.

Angka harapan hidup naik dari 45,7 tahun pada tahun 1968 menjadi 61,3 tahun pada tahun 1992. Pada akhir Repelita VI, angka harapan hidup itu akan naik lagi menjadi 65 tahun.

“Pada tahun 2000, penduduk usia lanjut di atas 60 tahun diperkirakan bertambah lebih dari 15 juta jiwa.” kata Kepala Negara.

Presiden mengatakan,

“Mulai sekarang, kita perlu menyiapkan program bagi usia lanjut agar mereka yang telah berjuang bagi bangsanya dapat hidup dalam keadaan sehat, tetap produktif dan bahagia di hari tua”.

Dicontohkannya, masyarakat bisa memberikan kemudahan dalam pengurusan perumahan, pelayanan kesehatan, kartu keluarga seumur hidup serta kemungkinan memberikan keringanan biaya dalam menggunakan sarana angkutan.

“Saya mengajak kalangan dunia usaha menggunakan jasa mereka, sesuai dengan kemampuan para lanjut usia itu masing-masing.” kata Presiden.

Ketika menjelaskan latar belakang penetapan tanggal 28 Mei sebagai “Hari Lansia Nasional”, Kepala Negara mengatakan, tanggal itu adalah saat kelahiran Radjiman Widyodiningrat.

“Beliau adalah Ketua Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang berhasil menyiapkan rancangan UUD 45. Berkat kearifan Radjiman yang telah berusia lanjut itulah para pejuang kemerdekaan, yang berasal dari berbagai agama, suku, dan latar belakang, berhasil menetapkan Undang-Undang Dasar 45.” kata Presiden.

Ketika memimpin BPUPKI, Radjiman telah berusia 66 tahun, usia yang cukup lanjut pada zaman itu.

Sumber : ANTARA (08/06/1997)

_______________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 797-798.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.