PRESIDEN SETUJUI PENGADAAN POS OBAT DESA

PRESIDEN SETUJUI PENGADAAN POS OBAT DESA

 

 

Jakarta, Antara

PRESIDEN SOEHARTO, hari Selasa menyetujui gagasan pembentukan Pos Obat Desa (POD) untuk membantu masyarakat pedesaan yang kemampuannya terbatas dalam memperoleh obat bagi kepentingan kesehatan. Persetujuan Kepala Negara itu dikemukakan di Bina Graha, Jakarta,ketika menerima Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI), organisasi pencetus gagasan baru tersebut.

Ketua Umum ISFI Darodjatun, dalam keterangannya kepada pers selesai diterima Presiden menjelaskas bahwa Kepala Negara menyetujui gagasan itu karena pengadaan POD dinilai sesuai dan searah dengan kebijaksanaan Pemerintah . “Ini program yang sangat luhur untuk membangun masyarakat dipedesaan,” katanya seperti dikutip Darodjatun.

Oleh karena itu, tambah Ketua Umum ISFI, Presiden juga menyetujui agar Badan-badan Usaha Milik Negara (BUMN) di lingkungan Departemen Kesehatan ikut berperan aktif merealisasikan gagasan tersebut, dengan cara menyisihkan sebagian laba mereka untuk mendukung dana pengadaan obat di POD lewat Koperasi Unit Desa (KUD) Akan tetapi, Presiden menekankan pentingnya lebih dulu diadakan uji coba sebelum gagasan itu dilaksanakan secara menyeluruh.

Berdasarkan perkiraan ISFI, pembentukan POD bisa berjalan baik jika dilakukan di daerah-daerah yang posyandunya juga sudah berjalan baik.

Menurut Ketua Umum ISFI yang didampingi Menteri Kesehatan Adhyatma, dukungan dana BUMN diperlukan untuk menyediakan stok obat POD tahap awal dan diharapkan diberi dalam bentuk pinjaman lunak jangka panjang tanpa bunga.

Dijelaskannya bahwa dana yang diperlukan untuk penyediaan stok obat tahap permulaan di POD mencapai kurang lebih Rp 200.000.

Menurut gagasan ISFI, obat di POD akan dijual agar terjangkau masyarakat desa, baik dari segi harga maupun dari segi jarak untuk memperolehnya pada waktu yang tepat.

Obat yang disediakan di POD, tambah Darodjatun, direncanakan terdiri atas obat bebas dan obat bebas terbatas yang tidak memerlukan resep dokter.

Menkes Adhyatma atas pertanyaan wartawan menjelaskan bahwa gagasan pembentukan POD merupakan bagian dari usaha menggali potensi masyarakat sendiri dalam menyediakan obat.

Diakuinya bahwa Pemerintah sendiri sudah mempunyai jalur untuk menyediakan obat-obatan kepada masyarakat melalui Puskesmas dan Puskesmas pembantu . “Tetapi kita menyadari bahwa dengan makin tingginya pendidikan masyarakat dan makin terbukanya desa, permintaan kebutuhan obat juga semakin tinggi. Stok Puskesmas diperkirakan tidak bisa memenuhi permintaan yang makin tinggi itu,” demikian Menkes. (SA)

 

 

Sumber: ANTARA(27/02/1990)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XII (1990), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 393-394.

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.