PRESIDEN SETUJU PEREDARAN STIKER SEA GAMES DIPERPANJANG

PRESIDEN SETUJU PEREDARAN STIKER SEA GAMES DIPERPANJANG[1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto menyetujui pihak OC SEA Games XIX, dalam hal ini Konsorsium, untuk memperpanjang masa pengumpulan dana melalui penjualan stiker sampai diperoleh dana secukupnya.

Hal itu dikemukakan oleh Sekjen KONI Pusat Rudolf Warouw di Jakarta, Rabu, ketika menjawab pertanyaan wartawan setelah Ketua Umum KONI Pusat/Ketua OC SEA Games XIX Wismoyo Arismunandar menghadap Presiden Soeharto Rabu pagi.

Wismoyo, yang didampingi Menko Kesra Azwar Anas dan Menpora Hayono Isman, serta Ketua Konsorsium Barubang Trihatmojo, menghadap Presiden Soeharto untuk melaporkan kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah SEA Games XIX yang akan diselenggarakan di Jakarta pada 11-19 Oktober.

“Bapak Presiden menyetujui untuk memperpanjang penjualan stiker SEA Games meskipun pelaksanaan SEA Games telah selesai, dan kami akan segera melakukan koordinasi dengan Menteri Sosial.” kata Warouw.

Izin peredaran stiker semula akan berakhir Oktober mendatang. Menurut Warouw, izin pengumpulan dana SEA Games melalui stiker merupakan wewenang Departemen Sosial, sehingga segala sesuatunya akan dibicarakan dengan Mensos Ny. Inten Soeweno.

Dijelaskannya bahwa perpanjangan peredaran stiker itu dimaksudkan untuk menutupi biaya yang dibutuhkan guna menyelenggarakan SEA Games yang sampai saat ini masih belum mencukupi.

Menurut laporan Konsorsium minggu lalu, sampai minggu ketiga September, dana yang terkumpul dari penjualan stiker baru mencapai Rp 1,8 miliar dari target sebesar Rp 60 miliar.

Warouw juga menjelaskan, Presiden Soeharto berpesan kepada panitia SEA Games agar melaksanakan pesta olahraga bangsa-bangsa Asia Tenggara itu dengan sebaik-baiknya namun sederhana, efisien dan efektif.

Sumber : ANTARA (08/10/1997)

_________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 596.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.