PRESIDEN SETUJU AHLI PENELITI UTAMA DIBERI GELAR PROFESOR

PRESIDEN SETUJU AHLI PENELITI UTAMA DIBERI GELAR PROFESOR[1]

 

Jakarta, Suara Pembaruan

PRESIDEN SOEHARTO menyetujui para APU (Ahli Peneliti Utama) diberi gelar profesor. Namun, realisasi atas rencana tersebut masih akan di koordinasikan antara Menristek/Kepala BPPT Rahardi Ramelan dan Mendikbud Wiranto Arismunandar.

“Presiden setuju APU punya kebanggaan dan mudah-mudahan pemberian gelar profesor ini akan lebih menarik bagi ahli-ahli kita untuk melakukan penelitian. Tapi, ini tergantung kesepakatan nanti dengan Mendikbud.” kata Rahardi setelah menghadap Presiden Soeharto di kediaman Jalan Cendana, Senin pagi.

Menristek juga mengungkapkan, pendidikan pasca sarjana saat ini tidak secepat seperti yang diharapkan, karena terbatasnya jumlah pengajar dan fasilitas. Oleh karena itu kantor Menristek sudah mengkoordinasikan dengan lembaga penelitian yang lebih potensial supaya bisa melaksanakan pendidikan pasca sarjana, yaitu S2 dan S3.

Menristek juga menjelaskan tentang PP No.35 Tahun 1997 dimana 10 BUMNIS (Badan Usaha Milik Negara Industri Strategis) dijadikan satu di dalam sebuah PT baru. Dengan demikian seluruh saham pemerintah di BUMNIS diserahkan ke PT yang baru tersebut. Namun, nama PT tersebut masih dalam proses.

Rahardi juga menjelaskan mengenai anggaran penelitian tahun 1998/1999 yang berjumlah Rp.1,12 triliun, di mana 90 persen di antaranya disalurkan untuk lima departemen, yaitu Deptan, Depkes, DPU, Depdikbud, dan Deptamben, serta enam lembaga nondepartemen, yaitu LIPI, LAPAN, BATAN, Bakosurtanal, BPS, dan BPPT.

Sumber : SUARA PEMBARUAN (30/03/1998)

_______________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 791.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.