PRESIDEN SERUKAN PELAKSANAAN KAMPANYE PEMILU TERTIB DAN AMAN II

PRESIDEN SERUKAN PELAKSANAAN KAMPANYE PEMILU TERTIB DAN AMAN II [1]

 

Jakarta, Angkatan Bersenjata

Presiden Soeharto menyerukan agar pelaksanaan kampanye Pemilu dapat sungguh2 berjalan sesuai dengan keinginan seluruh bangsa Indonesia, yakni tertib dan aman.

Kepala Negara menyampaikan seruan itu ketika menerima pimpinan Partai Persatuan Pembangunan, Golongan Karya dan Partai Demokrasi Indonesia di lstana Merdeka Rabu pagi.

Demikian diterangkan oleh juru bicara Golkar Cosmas Batubara selesai pertemuan para pimpinan Parpol dan Golkar itu dengan Kepala Negara.

Juga diinginkan agar masyarakat dapat melihat bagaimana bisa dipertahankan apa yang telah kita capai sekarang. Ditekankan oleh Presiden agar kita merealisir demokrasi Pancasila dalam kehidupan politik kita.

Pimpinan2 parpol dan Golkar yang hadir kemarin itu dari PPP adalah K. H Idham Chalid, J. Naro, Nuddin Lubis dan Rusli Halil, dari Golkar Amir Murtono, Martono, Cosmas Batubara dan Murdopo, sedang dari PDI Usep Ranuwidjaja SH, Achmad Sukarmadidjaja SH, Muhiddin Nasution dan A. Wenas.

Cukup Dewasa

Tanggapan Golkar atas kesempatan itu disebutkan oleh Cosmas, pertama Golkar sangat berterima kasih dengan mengundang ketiga kekuatan sosial politik ini, karena dengan demikian ketiga kekuatan itu dihadapkan kepada kepentingan bangsa ini.

Yang kedua, kalaupun ada masalah2 tentu dapat diatasi bersama. jangan sampai kalau ada masalah kita menjadi pecah, seperti perkelahian atau gontok2an yang tidak perlu,” kata Cosmas.

Didesak apakah ada gelagat kearah itu, Cosmas menegaskan:

“tidak ada, kita cukup dewasa sebagai bangsa”.

Menjawab pertanyaan Cosmas mengatakan, Golkar mengharapkan minimal dapat mencapai seperti hasil Pemilu 1971 dulu. Kami berusaha sekuat tenaga mencapai apa yang kami capai di tahun 1971, tegasnya.

Ditanyakan mengenai daerah basis kekuatan Golkar, Cosmas berkata:

“seluruh Indonesia.”

Ketika ditanyakan tentang konsepsi Golkar, Cosmas menjawab bahwa Golkar ingin memenangkan kepemimpinan Pak Harto dalam pengertian Pak Harto tetap kita dukung sebagai pimpinan nasional.

Yang Berimbang

Sementara itu juru bicara partai Persatuan Pembangunan Rusdi Halil mengatakan, bahwa pertemuan itu merupakan pemantapan dari ide persatuan kita dengan Pancasila. Bahwa sebenarnya Pemilu kita berlainan dengan Pemilu di negara2 lain, katanya.

Di Indonesia, kita semua ini merupakan partner. Kita ini sama, tujuan kita sama, ikatan kita sama yaitu Pancasila dan urgensi yang kita targetkan juga sama, yaitu suatu Dewan Perwakilan Rakyat yang kuat disamping Pemerintah yang kuat.

“Jadi kesimpulannya, isi pertemuan yang tadi diadakan itu kita lihat adalah kira2 diarahkan kesitu,” kata Rusli Halil.

Mengenai kampanye dikatakan bahwa harus lebih menekankan kepada pengertian bersama, sehingga jangan sampai Pemilu ini satu keretakan antara kita dan kita.

Menjawab pertanyaan Rusli Halil mengatakan, bahwa pihaknya juga melaporkan terjadinya tindakan2 over acting dibeberapa daerah. Dan katanya menambahkan, Presiden sangat memperhatikan akan hal ini. Beliau juga mengatakan, bahwa hal itu merupakan suatu ujian pada kita. Kita jangan sampai pesimis dalam menghadapi soal2 demikian.

PPP tidak mempunyai target dalam Pemilu nanti tetapi diharapkannya tidak terlalu beda jauh.

“Sebab tidak enak, kalau sesama partner itu ada yang besar berhadapan dengan yang kerdil”, kata Rusli Halil, “yang perlu itu harmonis, jangan sampai ada daerah2 yang bebas parpol”.

Dalam kampanye nanti PPP akan lebih banyak menekankan pada pembangunan akhlak, meskipun diakui, bahwa Pemerintah sudah banyak pula membangun bidang2 spirituil.

Ditanyakan konsep PPP mengenai Kepemimpinan Nasional yang akan dating Rusli Halil menjawab:

“partai belum dapat memberikan misbaarheidsverklaring kepada Pak Harto ini. Masih diperlukan, sebab diperhitungkan konstinuitas pembangunan kita sekarang ini.

Diharapkan Pak Harto sudah akan “meng-kriir” calon penggantinya yang harus baik dari beliau, Dan juga dapat menyerahkan situasi yang lebih baik daripada yang beliau terima, katanya menambahkan, “ini umum, pemimpin itu menyerahkan kepada tangan yang lebih baik.

Yang Wajar

Usep Ranuwidjaja SH yang menjurubicarai Partai Demokrasi Indonesia juga menyatakan sangat bermanfaat diadakannya pertemuan antara Parpol dan Golkar dengan Kepala Negara menjelang kampanye Pemilu sekarang ini.

Usep menegaskan, bahwa bagi partainya tidak ada sasaran2 yang hendak dicapai. Bagaimanapun hasil Pemilu nanti akan kami terima dengan baik, katanya,

“Kami tidak menggambarkan sesuatu yang diharapkan, itu tergantung dari hasil Pemilu itu sendiri”.

Menurut Usep memang bisa terjadi surprise2, karena itu tergantung kepada rakyat, bukan kepada Parpol atau Golkar.

Menjawab pertanyaan Usep mengatakan, bahwa soal kepemimpinan nasional oleh PDI dianggap terlalu penting untuk diambil keputusannya hanya oleh DPP saja.

Hal itu harus dibicarakan dengan teman2 yang duduk di MPR, “kita harus hormati itu kedudukan yang begitu penting itu, jangan sembarangan, jangan jual murah”.

“Apalagi hal itu digunakan untuk kampanye, kami tidak mau,” katanya menambahkan bahan2 secara wajar saja, sesuai dengan keinginan rakyat. Pada waktunya nanti tentu PDI akan membahas soal itu secara serius. Dan itu tergantung pada hasil Pemilu yang akan datang.

Juga oleh PDI telah dilaporkan keadaan di daerah2 yang paling akhir, seperti dilaporkan oleh DPD2 PDI yang dua hari yang lalu berkumpul di Jakarta.

“Saya melihat kesungguhan Pak Harto untuk membantu Parpol dan Golkar, kalau ada kesulitan2,” kata Usep, “kami tidak meragukan tentang iktikad baik dari Pak Harto itu, sebab sering2 keadaan di daerah itu tidak diketahui langsung oleh Pak Harto”. (DTS)

Sumber: ANGKATAN BERSENJATA (24/02/1977)

 

 

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 299-302.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.