PRESIDEN SERAHKAN HADIAH LOMBA INTENSIFIKASI KHUSUS

PRESIDEN SERAHKAN HADIAH LOMBA INTENSIFIKASI KHUSUS

Presiden Soeharto di Istana Negara Jakarta Sabtu pagi secara simbolis menyerahkan hadiah berupa Tabanas bernilai Rp. 5 juta dan sebuah mobil pick-up kepada kelompok tani desa Rejasa, Kabupaten Tabanan Bali yang keluar sebagai pemenang pertama tingkat nasional lomba Intensifikasi Khusus 1979.

Selain itu, Menteri Pertanian Ir. Soedharsono secara simbolis menyerahkan pula hadiah bagi kelompok tani pemenang tingkat propinsi dan tingkat kabupaten.

Hadiah bagi kelompok tani pemenang perlombaan intensifikasi khusus tingkat propinsi berupa 20 ekor ternak sapi dan untuk tingkat kabupaten terdiri dari 114 macam hadiah.

Hadiah untuk pemenang tingkat kabupaten ini antara lain berupa dua buah alat pemberantas hama "mist-blower", dua radio kaset, sebuah pesawat televisi 14 inch dan satu set buku 30 tahun Indonesia merdeka. Semua hadiah ini diserahkan pada upacara di Istana Negara.

Untuk Merangsang

Presiden memberikan hadiah ini dengan maksud untuk lebih merangsang partisipasi petani dalam meningkatkan produktivitas dan pendapat para petani melalui penerapan Panca usaha sesuai dengan rekomendasi secara berkelompok.

Perlombaan intensifikasi khusus musim tanam 1979 yang didasarkan pada Instruksi Presiden ini diikuti oleh 17 propinsi pelaksana intensifikasi.

Perlombaan terdiri atas perlombaan antar kelompok tani dalam kabupaten, antara kelompok tani dalam propinsi antara kelompok tani tingkat nasional antar kabupaten dalam propinsi dan antar propinsi.

Penilaian diberikan berdasarkan faktor-faktor kemampuan kelompok, penerapan Panca Usaha, peningkatan produktifitas dari hamparan kelompok dan tingkat karya perkreditan.

Dalam musim tanam 1979, faktor yang dinilai untuk perlombaan antar kelompok tani tingkat kabupaten, propinsi dan nasional hanya mencakup dua faktor, masing­masing penerapan Panca Usaha dan produktifitas dari hamparan kelompok.

Sedang untuk perlombaan antar kabupaten dalam propinsi dan antar propinsi yang dinilai penerapan Panca Usaha, produktivitas hamparan kelompok, persentase pencapaian realisasi dibanding dengan rencana areal intensifikasi khusus, persentase penggunaan sarana khusus dan tingkat kemampuan pengambilan kredit.

Dalam perlombaan musim tanam 1979 ini di tingkat nasional selain dari propinsi Bali sebagai pemenang pertama, keluar sebagai pemenang berikutnya kelompok tani dari propinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Kelompok tani desa Rejasa, Kabupaten Tabanan Bali setelah melaksanakan intensifikasi khusus ini berhasil mencapai tingkat produksi per hektar sebanyak 11 ton gabah kering panen atau sekitar 6,5 ton beras, sedang kelompok tani desa Yosomulyo, Kabupaten Banyuwangi, Jatim mencapai 10,8 ton gabah kering panen atau enam ton beras dan kelompok tani dari Kabupaten Sragen, Jateng dan dari Kabupaten Sukabumi masing2 mencapai tingkat produksi yang hampir sama dengan desa Yosomulyo, Jatim. (DTS).

Jakarta, Antara

Sumber: ANTARA (13/01/1980)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 760-761.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.