PRESIDEN SERAHKAN 18 SATYA LENCANA KEBAKTIAN SOSIAL

PRESIDEN SERAHKAN 18 SATYA LENCANA KEBAKTIAN SOSIAL

 

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto hari Selasa di Istana Merdeka menyerahkan 18 tanda kehormatan “Satya lencana Kebaktian Sosial” kepada 13 donor darah yang telah menyumbangkan darahnya lebih dari 100 kali serta lima tokoh dalam bidang sosial.

Dalam acara singkat yang dihadiri Ibu Tien Soeharto, Wakil Presiden Sudharmono, SH, Ibu E.N Sudharmono, Ny. Karlina Umar Wirahadikusumah serta pejabat lainnya itu, Kepala Negara pertama-tama menyerahkan penghargaan itu kepada Ny. Narjati Soedarsono, SH.

Sedangkan seorang penerima tanda penghargaan lainnya, Ny. dr. Andi Nafsiah Mboi, tidak bisa mengikuti acara ini karena sedang berada di luar negeri.

Ny. Narjati Soedarsono yang lebih dikenal dengan nama Ny. Nani Soedarsono, mantan Menteri Sosial, mendapat tanda penghargaan ini karena berjasa meningkatkan kesejahteraan dengan mengembangkan kemampuan usaha kesejahteraan sosial.

Penghargaan ini juga diberikan karena Ny. Nani yang sekarang menjadi anggota DPA berhasil menyusun buku petunjuk pelaksanaan kesejahteraan sosial di tanah air.

Tokoh lainnya yang dianggap berjasa dalam bidang sosial adalah dr. H. Hendarto Hendarmin, seorang staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Hendarto berjasa karena ikut mengembangkan pendidikan sekolah luar biasa khususnya bagi penderita tuna rungu.

Wanita lainnya yang juga mendapat tanda penghargaan ini adalah Ny dr. Andi Nafsiah Mboi, istri mantan Gubemur NTT Ben Mboi, yang oleh pemerintah dinilai berhasil membantu menyembuhkan anak yang menderita sumbing dengan cuma-cuma di NTT.

Sementara itu, ke-13 donor darah yang telah menyumbangkan darahnya lebih dari 100 kali semuanya datang menghadiri upacara yang berjalan singkat namun khidmat itu.

Seorang wiraswastawan dari Ujungpandang , Katjong mendapat “Satya lencana Kebaktian Sosial” karena telah menyumbangkan darahnya 113 kali. Selain beberapa wiraswastawan, ada beberapa pegawai negeri sipil dan purnawirawan ABRI yang juga memperoleh tanda penghargaan ini.

Peltu Purnawirawan S. Sahid misalnya telah menyumbangkan darah 100 kali, sedang Peltu Purnawirawan Yan Narie memberikan darahnya atas kesadaran sendiri sebanyak 106 kali.

Upacara singkat tanpa diikuti pidato Presiden Soeharto diawali dengan pembacaan Keppres No.O80/89 tentang penganugerahan tanda kehormatan ini oleh Sekretaris Militer Presiden, Mayjen TNI Syaukat.B.

Seusai menyerahkan tanda-tanda penghargaan itu, Presiden Soeharto yang didampingi Ibu Tien, Wapres Sudharmono, serta Ibu E.N Sudharmono beramah tamah dengan para penerima satya lencana itu.

 

 

Sumber : ANTARA (19/12/1989)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XI (1989), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 660-661.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.