PRESIDEN SERAHKAN 1.324 EKOR KERBAU KEPADA PETANI JATENG

PRESIDEN SERAHKAN 1.324 EKOR KERBAU KEPADA PETANI JATENG

 

Sekretaris Pengendalian Operasional Pembangunan (Sesdalopbang), Solichin GP, hari Senin atas nama Presiden secara simbolis menyerahkan bantuan kerbau kepada enam kabupaten di Jawa Tengah di lapangan Sambong Kabupaten Batang.

Ternak kerbau bantuan Presiden tersebut berjumlah 1.324 ekor jenis jantan dan betina didatangkan dari Australia secara bertahap melalui pelabuhan Cilacap selama dua minggu.

“Tenaga kerja kerbau sangat dibutuhkan oleh masyarakat sebagai pengolah tanah pertanian, sedang tulang dan kulitnya juga sangat bermanfaat bagi masyarakat,” kata Solichin GP ketika menyerahkan bantuan itu.

Bantuan kerbau dari Australia ini untuk meningkatkan populasi ternak di Jawa Tengah. “Kalau kerbau dari Nusa Tenggara, Bali dan lain-lain itu bukan meningkatkan populasi, tetapi perpindahan ternak saja,” katanya.

Dikemukakan, walaupun kerbau itu didatangkan dari Australia, tetapi kerbau tersebut bukan asli dari sana namun kerbau yang bernenek-moyang Indonesia, sehingga para petani ternak yang menerima bantuan agar dapat menjadikan kerbau Indonesia yang berdaya guna dan berhasil guna dengan memelihara sebaik-baiknya tidak seliar di Australia.

Ia berharap, kerbau bantuan Presiden terlebih dulu diprioritaskan jatuh ke tangan petani kecil, kemudian sesudah dipelihara dengan baik yang dapat menghasilkan anak dan disebarluaskan sehingga semakin berkembang.

Pembangunan Meningkat

Gubernur Jawa Tengah H. Ismail mengatakan, pembangunan peternakan di Jawa Tengah sampai dengan Pelita III banyak menunjukkan kemajuan.

Dalam usaha peningkatan populasi ternak sapi potong, sapi perah, babi, kambing, ayam mengalami kenaikan, hanya kerbau dan itik mengalami penurunan.

Dalam Pelita IV ini menurutnya, pembangunan peternakan ditingkatkan melalui usaha intensifikasi, ekstensifikasi, rehabilitasi dan diversifikasi secara terpadu, serasi merata dengan tetap memelihara kelestarian sumber alam dan lingkungan hidup.

Dalam rangka menunjang program pemerintah “emas hijau” yakni peningkatan ekspor non migas dan dengan semakin majunya industri pengolahan hasil ternak, maka sub sektor peternakan diharapkan dapat mendukung dengan peningkatan ekspor kulit, bulu, abon, dendeng dan tulang.

“Pabrik susu yang didirikan di Salatiga mempunyai kapasitas oleh 120.060 liter per hari, sedang produksi susu segar Jateng yang ditampung Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Komda Jateng baru mencapai 35.000 liter per hari. Dengan demikian rakyat Jateng masih mempunyai kesempatan untuk memperluas dan meningkatkan pendapatannya melalui usaha sapi perah,” tandas gubernur.

Gubernur minta, ternak unggul bantuan Presiden agar dipelihara dengan sebaik-baiknya sehingga bermanfaat bagi petani ternak dalam meningkatkan penghasilan dan taraf hidup, serta dapat menunjang mensukseskan program pemerintah dalam Pelita IV.

Sesdalopbang bersama Gubernur Ismail pada kesempatan itu mengadakan temu wicara dengan masyarakat Batang yang tergabung dalam kelompok tani, nelayan, wanita tani, PKK, LKD, Karang Taruna dan lain-lain.

Dalam temu wicara ini selalu menerima pengaduan tentang masalah-masalah yang dihadapi petani selama ini.

Seusai temu wicara di Lapangan Sambong, Sesdalopbang bersama rombongan berkesempatan meninjau Rumah Sakit Umum Kabupaten Batang yang keadaannya cukup memprihatinkan dan meninjau bendungan di Kabupaten Batang yang masih dalam taraf penyelesaian. (RA)

 

 

Semarang, Antara

Sumber : ANTARA (19/02/1985)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku VIII (1985-1986), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 116-118.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.