PRESIDEN: SEMUA MENTERI HARUS BENAR2 PERHATIKAN ASPIRASI DPR

PRESIDEN: SEMUA MENTERI HARUS BENAR2 PERHATIKAN ASPIRASI DPR[1]

 

Jakarta, Suara Karya

residen Soeharto memerintahkan semua menteri untuk benar-benar memperhatikan aspirasi para anggot DPR yang merupakan wakil rakyat dalam menyusun rencana kerjanya sehingga pembantu Prestden tidak hanya mengutamakan pemikirannya sendiri.

“Presiden mengatakan para menteri harus memperhatikan aspirasi DPR, “kata Menpora Hayono Isnan kepada pers seusai menemui Kepala Negara di Istana Merdeka, Kamis, untuk melaporkan kegiatannya sebagai pembantu Mandataris MPR yang baru.

Karena itu, kata Hayono, dalam menyusun rencana kegiatan di lingkungan Kantor Menpora, ia akan benar-benar memperhatikan aspirasi serta saran para wakil rakyat. Pada kesempatan itu, Presiden minta Hayono untuk meningkatkan kegiatan olahraga di lingkungan sekolah terutama cabang atletik yang merupakan “ibu” dari semua kegiatan olahraga. Presiden minta agar kompetisi atletik di sekolah-sekolah ditingkatkan, karena sekarang jarang sekali dilakukan pertandingan diantara para pelajar misalnya nomor dasar lomba. Menurut Hayono, Kepala Negara memberikan contoh seorang atlit bulu tangkis atau sepakbola belum tentu bisa meningkatkan prestasinya bila ia tidak memiliki dasar­ dasar atletik yang mantap.

Sekolah Bagunan

Berkaitan dengan pembinaan prestasi akademis para pelajar, Presiden juga minta Menpora segera memperbaiki fasilitas SMP/SMA Ragunan, yang khusus didirikan untuk mendidik para olahragawan berprestasi. Masalah ini dikemukakan Presiden setelah mendengar laporan Hayono yang baru-baru ini meninjau SMP dan SMA Ragunan yang ternyata kondisinya sangat menyedihkan.

“Presiden minta saya untuk melakukan pendekatan terhadap para pengusaha yang mempunyai minat terhadap olahraga guna membantu sekolah ini,” kata Hayono.

Kedua sekolah ini didirikan agar para siswa pelajar yang berprestasi tetap bisa belajar, mereka tidak mungkin belajar di sekolah biasa karena kegiatan olahraganya. Ketika ditanya wartawan apakah juga akan memanfaatkan dana SDSB, Hayono mengatakan, tidak tertutup kemungkinan perbaikan kondisi sekolah tersebut menggunakan dana yang dikelola Yayasan Dana Bhakti Kesejahteraan Sosial (YDBKS).

”Namun dana YDBKS itu perlu digunakan untuk membangun kegiatan yang konkret misalnya untuk membangun berbagai fasilitas olahraga,” katanya.

Dengan membangun berbagai prasarana yang konkret itu, diharapkan masyarakat akan bersimpati terhadap dana yang dikumpulkan melalui SDSB ini, karena sampai sekarang masih banyak yang menentangnya.

Pada kesempatan ini, Presiden minta Hayono untuk menerapkan prinsip-prinsip manajemen modern dalam mengelola Kantor Menpora, mengingat terbatasnya dana yang dianggarkan pemerintah. Sekalipun anggaran Menpora terbatas, kata Presiden, berbagai departemen juga memiliki dana untuk membiayai kegiatan olahraga dan kepemudaan sehingga perlu diterapkan manajemen modern.

Kepada Hayono, Menteri termuda yang berusia 38 tahun, Kepala Negara minta agar ia memperhatikan saran, usul para tokoh baik karena usianya yang lebih tua dari pada Menpora maupun karena kepakaran mereka. (A-6/Ant).

Sumber: SUARAKARYA( 10/04/1993)

________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XV (1993), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 745-746.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.