PRESIDEN: SEMUA DISERAHKAN KEPADA MPR

PRESIDEN: SEMUA DISERAHKAN KEPADA MPR[1]

Jakarta, Suara Pembaruan

Presiden Soeharto mengatakan, semua diserahkan kepada MPR karena saat ini ia melaksanakan tugas yang diberikan oleh MPR. Hal itu disampaikan Presiden Soeharto ketika para Guru Besar UI menyampaikan pernyataan kelompok dosen UI yang menyambut baik keinginan Presiden untuk mengundurkan diri. Demikian disampaikan Rektor UI Prof Dr dr A. Boedisantoso Ranakusuma, setelah bersama beberapa Guru Besar UI lainnya menyampaikan rangkuman eksekutif Simposium “Kepedulian UI Terhadap Tatanan Masa Depan Indonesia” di kediaman Jalan Cendana Jakarta, Sabtu (16/5) pagi.

Dalam kesempatan itu Boedisantoso didampingi masing-masing Pembantu Rektor (PR) I Usman C. Warsa, PR III Muhammad Nasif dan PR III Umar Mansur, serta mantan Rektor UI Prof dr. MK Tadjudin, juga dua panitia simposium masing-masing Prof. Miriam Budiardjo dan Zen Umar Poerba. Sedangkan dari pihak pemerintah selain Presiden dan Wapres BJ Habibie, juga hadir Menko Polkam Feisal Tanjung, Menko Kesra Haryono Suyono, Menko Ekuin Ginandjar Kartasasmita, Mendagri Hartono, Mensesneg Saadilah Muryid, Mendikbud Wiranto Ansmunandar dan penasihat ekonomi presiden Widjojo Nitisastro.

“Kami mengatakan, pembicara ini adalah akademikus tidak perlu dicurigai karena akademikus itu menyatakan kebenaran-kebenaran melalui norma-norma akademis. Dan kami akan menanggapi keprihatinan dengan unjuk akal,” kata Boedisantoso.

PR III UI Umar Mansur menambahkan bahwa tugas sebagai presiden itu bukan keinginan, tapi tanggung jawab yang dibebankan oleh legislatif

“Beliau setiap saat kalau memang dirasakan oleh rakyat tidak diinginkan maka silakan. Tapi harus secara konstitusional. Maka sekarang ini bagaimana memberdayakan DPR secara maksimal, sehingga bisa merangkap aspirasi yang berkembang di masyarakat, tapi tidak berarti hasil finalnya adalah sukses, karena bisa saja pada waktu itu mengatakan terus atau tidak terus yang penting bagaimana DPR itu berfungsi menangkap aspirasi, sehingga proses keputusan DPR itu bisa dipercepat,” kata PR III UI.

Presiden Soeharto menurut Boedisantoso mengatakan, sekarang ini reformasi sudah digulirkan dan aspirasi masyarakat tahap awal mengenai sudah berhasil. Tahap kedua adalah untuk mengisinya. Dan untuk itu harus ditanggapi dengan cermat oleh DPR yang merupakan lidah rakyat. Karena sudah bergulir ke DPR maka apabila bisa memberdayakan DPR maka prosesnya akan lebih cepat.
Dalam kesempatan itu panitia menyerahkan rangkuman eksekutif simposium Kepedulian UI terhadap tatanan masa depan Indonesia.

Presiden sangat memperhatikan dan mempelajari dengan sungguh-sungguh hasil-hasil Simposium UI tersebut Presiden Soeharto, kata Saadilah Mursjid berpendapat bahwa simposium oleh UI dapat menjadi pola yang dikembangkan universitas lainnya di Tanah Air. Artinya, sumbangan pikiran, saran-saran dan analisa di universitas-universitas dirumuskan dengan baik dan konkret dan hasilnya disampaikan ke fraksi DPR dan pemerintah.

Sumber: SUARA PEMBARUAN (16/05/1998)

_______________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 297-298.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.