PRESIDEN : SEGERA PROMOSI KE LN

PRESIDEN : SEGERA PROMOSI KE LN[1]

 

 

Jakarta, Bisnis Indonesia

Presiden Soeharto menginstruksikan kepada Menteri Pariwisata dan Seni Budaya Abdul Latief untuk segera melakukan kegiatan promosi ke luar negeri guna mengatasi isyu buruk tentang pariwisata Indonesia selama ini.

“Selama ini gambaran di media massa asing adalah Indonesia tidak aman dan tidak enak dikunjungi.” ujar Latief setelah diterima Presiden, kemarin.

Latief menemui Kepala Negara bersama mantan Menparpostel Joop Ave untuk menerima petunjuk tentang tugas barunya sebagai Menteri Pariwisata dan Seni Budaya.

Menurut dia, pihaknya segera mengadakan pendekatan dengan lembaga­ lembaga promosi pariwisata di Hong Kong dan Singapura agar mereka mau membantu Indonesia.

Sementara itu Direktur Vaya Tour Teddy Halim menilai inisiatif untuk menjelaskan kondisi Indonesia saat ini kepada pers asing harus segera. Menurut dia, kini muncul keragu-raguan dari masyarakat internasional untuk datang akibat pemberitaan pers asing.

“Promosi merupakan program jangka panjang, yang diperlukan saat ini adalah informasi tentang kondisi yang sebenarnya dan langkah kongkret yang sudah diambil.” ujarnya kepada Bisnis.

Penjelasan itu, katanya, memerlukan koordinasi dari berbagai departemen dan sebagai instansi yang berkepentingan dengan kedatangan turis, Departemen Pariwisata harus mengambil insiatif dalam program itu.

Dia dimintai pendapatnya mengenai program yang perlu diprioritaskan Menteri Pariwisata dan Seni Budaya Abdul Latief yang telah mencanangkan program penyelamatan pariwisata.

Teddy Halim menambahkan masyarakat internasional membutuhkan informasi yang jelas tentang situasi Indonesia yang sebenarnya mulai dari kebakaran hutan, asap dan situasi politik.

Sumber : BISNIS INDONESIA (19/03/1998)

_________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 827-828.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.