PRESIDEN: SAYA SEHAT-SEHAT SAJA

PRESIDEN: SAYA SEHAT-SEHAT SAJA[1]

 

 

Cilacap, Republika

Meski usianya akan memasuki 76 tahun, Presiden Soeharto sekali lagi menegaskan dirinya kini dalam keadaan sehat.

“Saya dalam keadaan sehat dan sampaikan salam saya pada masyarakat Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, semoga juga dalam keadaan sehat.”

Hal itu dikemukakan Presiden ketika menjawab pertanyaan salah seorang peserta Temu Wicara wakil dari Kecamatan Wuryantoro, Wonogiri, di Kabupaten Cilacap, Jateng, Kamis (17/4). Presiden ada di Kabupaten Cilacap dalam rangka peresmian Pekan Promosi dan Hasil Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera Tingkat Nasional, Program Listrik Masuk Keluarga, dan Lelang Perdana Panen Raya Ternak Hasil Inseminasi Buatan serta meresmikan enam pabrik di lingkungan Deperindag.

Seperti biasanya bila melakukan temu wicara, di depan sekitar 23 ribu undangan dari berbagai penjuru Tanah Air itu, Presiden tampil kebapakan dan komunikatif. Pak Harto sama sekali tidak tampak lelah meski telah menempuh perjalanan panjang Jakarta-Solo-Cilacap. Sesekali tawa lepas dan senyum khasnya muncul ketika ada peserta menyampaikan jawaban atau pertanyaan dengan lugu.

Ketika Ny Sukarni, wakil dari Kecamatan Wuryantoro, Wonogiri, memperkenalkan nama dan asal usulnya, Kepala Negara berkata,

“Wah, daerah itu tempat saya dibesarkan, sejak umur delapan sampai limabelas tahun. Saya mengerti keadaan daerah tersebut.” Hadirin dari Wonogiri pun bertepuk riuh, bangga Kepala Negaranya masih mengingat daerah di mana ia dibesarkan.

Dalam pidato tertulisnya, Pak Harto menegaskan, dengan meningkatnya kemakmuran, akan meningkat pula kebutuhan rakyat akan makanan bermutu. Dari tahun ke tahun bertambah besar pula konsumsi daging masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan tadi, kata Kepala Negara, kita terpaksa harus mengimpor daging dari luar negeri.

 “Dengan inseminasi buatan, kita dapat menghasilkan sapi yang lebih gemuk dan lebih banyak. Jika upaya-upaya seperti ini kita kembangkan terus, kebutuhan daging sapi pun akan dapat kita penuhi dari hasil peternakan kita sendiri. Ini adalah langkah penting menuju kemandirian dan ketahanan pangan nasional,” jelasnya.

Salah satu ukuran peningkatan kemakmuran dan kesejahteraan itu, ungkap Presiden, adalah terpenuhinya kebutuhan listrik. Selama ini kita telah mengenal listrik masuk desa. Tetapi ini saja belum cukup.

“Listrik yang telah mencapai desa-desa itu harus pula dinikmati tiap keluarga, termasuk keluarga yang belum mampu,” katanya.

Untuk itulah, Kepala Negara menghargai langkah Perusahaan Listrik Negara menyediakan bantuan pinjaman sangat ringan pada keluarga -keluarga kurang mampu di desa-desa sehingga rumah mereka bisa diterangi listrik.

“Itulah sebabnya, kegiatan itu kita namakan Listrik Masuk Rumah Keluarga,” tambah Pak Harto.

Presiden berharap, listrik yang masuk ke rumah tangga itu, nantinya bisa mendukung berkembangnya industri rumah tangga yang memproduksi barang-barang bagi industri menengah dan besar.

“Di sini pun kita suburkan berkembangnya kemitraan saling menguntungkan. Dengan membangun kemitraan dan mengaitkan hasil industri rumah tangga dengan keperluan industri menengah dan besar, kemampuan kita bersaing akan meningkat,” urai Kepala Negara.

Temu wicara di Wonogiri kali ini adalah temu wicara pertama sejak beberapa waktu lalu muncul isu bahwa kesehatan Presiden merosot isu yang dilansir media asing tersebut bahkan ada yang menyebut Presiden mengalami stroke. Menlu Ali Alatas seusai menghadap Presiden Soeharto di Bina Graha Jakarta Kamis (3/4) dua pekan lalu mengecam isu tadi dan mengatakan pemberitaan sejumlah media asing tentang kesehatan Presiden Soeharto sangat negatif bahkan spekulatif.

Jumat pekan lalu, bersama Wapres Try Sutrisno, Kepala Negara menjadi saksi pernikahan putra kedua Menristek BJ Habibie, Thareq Kemal Habibie yang dilangsungkan di Masjid Baiturrahim di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta. Sebelumnya, Kepala Negara menerima peserta Rapim ABRI dilanjutkan salat Jumat bersama di Masjid Baiturrahim. (dam/wah/ant)

Sumber: REPUBLIKA (19/04/1997)

___________________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 694-695.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.