PRESIDEN SAMBUT GEMBIRA GENCATAN SENJATA DI LAOS

PRESIDEN SAMBUT GEMBIRA GENCATAN SENJATA DI LAOS [1]

 

Jakarta, Kompas

Presiden Soeharto menyambut gembira tercapainya gencatan senjata di Laos, dan mengharapkan gencatan senjata itu merupakan rintisan kearah tercapainya kerukunan nasional dan pembangunan bangsa Laos.

Pernyataan ini ia kemukakan ketika menerima surat2 kepercayaan Dubes Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Kerajaan Laos yang baru untuk RI, Phagna Say Vongsuthi di Istana Merdeka hari Sabtu.

Presiden mengemukakan pula, agar kerjasama dan persahabatan antara kedua bangsa, Indonesia dan Laos makin dipererat, guna makin kokoh, dan pembangunan bangsa di kawasan ini.

Gencatan senjata itu sebetulnya resmi berlaku mulai Kamis siang yang lalu. Namun laporan2 masih santer menyebutkan terjadinya pelanggaran2.

Sementara itu Dubes Vong Suthi mengemukakan, kedua bangsa dapat memperkokoh hubungan2nya, karena keduanya menjalankan politik sama berdasar prinsip2 non-alignment dan menghormati prinsip2 pancasila.

Ia menggantikan Dubes lama, Chao Sopsaisana. Dubes Vongsuthi (50 tahun) adalah diplomat karier Laos, dan menjalankan tugasnya sebagai Dubes untuk RI dari Ke dubes Laos di Phnom Penh Khmer. Dubes yang punya 10 orang anak itu datang ke upacara di Istana Merdeka dengan pakaian resmi Laos, yaitu bersarung pelekat warna polos gelap yang “diikatakan” keatas, sementara kaki nya dibungkus dengan kaus panjang hitam. Ia mengucapkan pidatonya dalam bahasa Perancis. (DTS)

Sumber: KOMPAS (26/02/1973)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku III (1972-1975), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 81.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.