PRESIDEN SAMBUT DENGAN GEMBIRA KEINGINAN IRAN PERERAT HUBUNGAN PERSAHABATAN

PRESIDEN SAMBUT DENGAN GEMBIRA KEINGINAN IRAN PERERAT HUBUNGAN PERSAHABATAN

Presiden Soeharto menyambut dengan penuh kegembiraan keinginan pemerintah dan rakyat Iran untuk lebih mempererat hubungan persahabatan dan kerjasama dengan Indonesia.

Kepala Negara mengemukakan hal inidalam pidato balasannya ketika menerima surat-surat kepercayaan Duta-besar Luar-Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Islam Iran umtuk Republik Indonesia, Mohammad Ali khani, di Istana Merdeka Sabtu pagi.

Presiden menggaris-bawahi bahwa persahabatan dan kerjasama itulah yang menjadi tiang utama politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.

Bangsa Indonesia ingin mengembangkan persahabatan dan kerjasama dengan semua bangsa atas dasar prinsip saling menghormati, tidak saling mencampuri urusan dalam negeri masing-masing dan saling memberi manfaat.

Presiden menyatakan bahwa persahabatan dan kerjasama yang demikian pasti mempunyai tanah yang subur diantara kedua negara, lebih-lebih karena kedua bangsa mempunyai berbagai kesamaan landasan perjuangan yang selalu dibina bersama dengan penuh pengertian dan kerjasama melalui berbagai forum seperti PBB, konferensi Non-Blok, konferensi Islam dan forum lainnya.

Sebagai sesama bangsa yang anti penjajahan dalam segala bentuk dan manifestasinya, kedua negara dan rakyat selalu memperjuangkan kemerdekaan, kebebasan dan keadilan, bukan saja di bidang politik tapi juga di bidang sosial.

Hapuskan Penjajahan

Dubes Mohammad Alikhani dalam pidatonya menyatakan bahwa dengan memenuhi panggilan ajaran Islam yang murni yang mempakan ajaran yang maha suci, despotisme dan tekanan serta imperialisme dan penjajahan antar bangsa dapat dihapuskan.

Dengan memenuhi panggilan ideologi Islam ini, rakyat Iran sudah berhasil dalam revolusinya dandengan demikian dapat menghapuskan imperialisme dan despotisme di dalam wilayah Iran.

Sebagai negara Islam, Iran sepenuhnya mendukung usaha menghapuskan imperialisme dan penjajahan antar bangsa dan berusaha mencari kerjasama di bidang politik, sosial dan kebudayaan dengan negara-negara yang mendambakan perdamaian, temtama sekali sahabat-sahabat sesama orang Islam.

Dalam upacara menerima surat-surat kepercayaan Dubes Iran ini tidak diperdengarkan lagu kebangsaan karena negeri itu belum mempunyai lagu kebangsaan. Juga tidak diadakan "toast" sebagaimana lazimnya karena Iran belum mempunyai Kepala Negara. (DTS)

Jakarta, Antara

Sumber: ANTARA (21/10/1979)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 188-189.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.