PRESIDEN SAMBUT BAIK KEBIJAKSANAAN DEPNAKER

PRESIDEN SAMBUT BAIK KEBIJAKSANAAN DEPNAKER

Presiden Soeharto menyambut baik kebijaksanaan-kebijaksanaan Departemen Tenaga Kerja berupa program-program padat karya gaya baru maupun proyek-proyek percontohan yang mendorong usaha mandiri.

Program-program ini dapat menciptakan lapangan kerja baru, kata Kepala Negara ketika menerima Menteri Tenaga Kerja Sudomo di Bina Graha, Kamis.

Kepada wartawan Sudomo mengatakan, pilot proyek pendorong usaha mandiri ini sedang dilaksanakan di beberapa daerah misalnya usaha membuat arang briket.

Usaha ini memerlukan investasi dua juta rupiah dan dalam waktu enam bulan biaya itu sudah dapat dikembalikan. Proyek ini dikerjakan empat sampai enam orang tenaga. Usaha ini terutama diterapkan di desa-desa.

PHK

Mengenai masalah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang ramai diberitakan oleh media massa, Sudomo mengatakan, jumlah yang telah disetujuinya untuk di-PHK-kan mencapai 6.350 orang. Jumlah ini sudah termasuk dari angka angka tahun sebelumnya sampai April 1985.

Sedangkan yang belum disetujui menteri untuk di-PHK-kan sampai sekarang ini sekitar 500 orang tenaga kerja dari berbagai perusahaan.

Pemutusan Hubungan Kerja itu dilakukan karena berbagai alasan antara lain kelesuan ekonomi, habis masa kontrak kerja, kurang disiplin dan masalah intern, kata menteri.

Menteri menegaskan izin setiap PHK harus disetujui oleh Menteri tenaga kerja. Namun sejauh mungkin harus dihindari PHK itu, tegasnya. (RA)

 

 

Jakarta, Berita Buana

Sumber : BERITA BUANA (03/05/1985)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku VIII (1985-1986), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 152-153.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.