PRESIDEN RI DI KONGRES FEDERASI DONOR DARAH

PRESIDEN RI DI KONGRES FEDERASI DONOR DARAH

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto hari Senin mengemukakan, dalam kehidupan masyarakat dunia sekarang usaha mempertebal rasa perikemanusiaan dan tanggungjawab terhadap manusia lain merupakan hal yang mendesak.

“Semangat tersebut perlu dikembangkan dalam hubungan antar bangsa, lebih­lebih dalam kehidupan perekonomian dunia yang mengalami pancaroba berkepanjangan seperti kita rasakan dewasa ini,” kata Presiden ketika membuka Kongres ke-12 Federasi Internasional Organisasi-Organisasi Donor Darah (FIODS) di Istana Negara Jakarta.

Beradab

Ia mengemukakan pula, dalam melaksanakan pembangunan nasional bangsa Indonesia terus berusaha menumbuhkan rasa perikemanusiaan dalam kehidupannya.

Hal itu tercermin pada perkembangan jumlah donor darah di Indonesia. Jika pada tahun 1969 jumlah donor darah baru sekitar 28 ribu orang dan hanya seperempat dari jumlah itu donor sukarela, maka tahun 1986 jumlahnya menjadi hampir setengah juta orang dan 80 persen di antaranya donor sukarela.

Ketua panitia penyelenggara Kongres XII FIODS, Ny.Siti Hardiyanti Rukmana, melaporkan bahwa kongres yang akan berlangsung empat hari itu diikuti 258 peserta dari 27 negara.

Topik yang dibahas dalam kongres itu antara lain motivasi dan pengembangan sumbangan darah, organisasi dan masalah hukum sumbangan darah, penyuluhan tentang donor darah bagi remaja, masalah dana bagi organisasi FIODS serta aspek medis dalam transfusi  darah.

“Darah yang disumbangkan kepada orang lain diberikan dengan tulus ikhlas, tanpa kita membeda-bedakan keyakinan politik, warna kulit, tingkat pendidikan, tingkat sosial, agama dan perbedaan lain. Tujuan pemberi darah hanya satu, ialah menyelamatkan jiwa orang lain. Ini barang kali manifestasi paling nyata dari rasa kemanusiaan murni,” demikian Presiden.

Sementara itu Ketua Umum Federasi Organisasi Donor Darah Sedunia (FIODS), Carlota Osorio dari Brazil, dalam sambutannya mengatakan bahwa akhir-akhir ini tanggungjawab organisasi donor darah sangat besar dengan adanya ancaman virus AIDS di dunia.

Virus yang terdapat dalam darah dengan kualitas buruk itu ditularkan terutama melalui komersialisasi darah manusia, tegasnya. Kongres di Jakarta ini disebut sebagai wadah bagi tokoh organisasi darah dari berbagai negara untuk saling bertukar pengalaman, guna menemukan cara dan strategi terbaik dalam meningkatkan penyumbangan darah sukarela serta kebijaksanaan mengenai donor darah.

Keberhasilan kongres itu, akan merupakan sumbangan Asia bagi usaha antar bangsa demi kualitas hidup dan manusia yang sehat, yaitu para penyumbang darah, yang memberikan harapan hidup pada orang lain.

Indonesia merupakan negara Asia pertama yang menjadi tuan rumah Kongres FIODS. Selama ini kongres diadakan di benua Eropa dan Amerika.

Penyelenggara kongres di Jakarta ini adalah Perhimpunan Donor Darah Indonesia  (PDDI)  yang didirikan tahun 1978.

Perhimpunan ini bertujuan membantu Palang Merah Indonesia (PMI) dalam meningkatkan kegiatan transfusi darah khususnya dan menunjang pelayanan kesehatan pada umumnya.

Sumber: ANTARA (06/07/1987)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 703-704

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.