PRESIDEN RESMIKAN WISMA GKBI JAKARTA

PRESIDEN RESMIKAN WISMA GKBI JAKARTA[1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto hari Kamis meresmikan Wisma GKBI yang dibangun Gabungan Koperasi Batik Indonesia (GKBI) dan PT. Mulia Cemerlang Persada di atas tanah bekas kantor pusat GKBI, Jakarta.

Direktur Utama GKBI Noorbasha Djunaid melaporkan selama tiga tahun terakhir ini, GKBI melakukan restrukturisasi organisasi, manajemen dengan mengutamakan pertimbangan ekonomis.

Pada acara yang dihadiri pula Menkop & PPK Subiakto Tjakrawerdaja serta mantan Menkop Bustanil Arifin serta mantan Gubemur Jakarta Tjokropranolo, oleh Noorbasha dikemukakan selain terus menggeluti perbatikan maka GKBI juga mulai menggarap berbagai bisnis lainnya.

Untuk melaksanakan bisnisnya itu, GKBI mendirikan PT.GKBI Investment yang merupakan holding atau induk bagi berbagai usahanya.

Usaha di luartekstil dan batik itu antara lain adalah PT. Timitra Multi Finance, PT. GKBI Motor, PT. Sentra Arus Valindo, PT. Olah Bumi Mandiri, PT. Wahono Buana Beton, serta PT. Rehal Traco.

Khusus mengenai usaha tekstil dan batik, kata Noorbasha, telah didirikan PT. Priamtexco, yang kemudian diikuti dengan pendirian beberapa unit lainnya seperti PT. Medarindotex, PT. Primissima, PT. Dayani Garment Indonesia, PT. Koprimatex, serta PT. Tokai Texprint.

“Seluruh pabrik ini menyerap 7249 tenaga kerja dengan omzet Rp 306 miliar per tahun yang 40 persen di antaranya diserap pasaran ekspor.Keuntungan dari basil usaha pabrik-pabrik itu digunakan sebagian untuk kesejahteraan anggota serta bantuan pembinaan usaha.” katanya.

Wisma GKBI ini yang dibangun di atas laban satu ha berlantai 37 dengan luas ruangan yang dapat disewakan 110.000 meter persegi. Pembangunan gedung ini menggunakan sistem BOT selama 20 tahun.

“Keuntungan yang didapat GKBI kecuali selama 20 tahun akan menjadi milik GKBI, juga didapat satu lantai untuk kantor pusat dan memperoleh fee atau bonus dari basil gedung yang disewakan.” kata Noorbasha.

Seusai menandatangani prasasti sebagai tanda meresmikan gedung yang megah, ini, Kepala Negara meninjau lantai enam, tempat GKBI berkantor pusat.

Sumber : ANTARA (01/08/1996)

_____________________________________________________
[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 372-373.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.