PRESIDEN RESMIKAN TOL LINGKAR DALAM KOTA, TARIF NAIK

PRESIDEN RESMIKAN TOL LINGKAR DALAM KOTA, TARIF NAIK[1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto, di Jakarta, Rabu, meresmikan jalan tol lingkar dalam kota Jakarta mas Tanjung Priok-Jembatan Tiga-Pluit dan Tomang sementara Menteri PU Radinal Moochtar mengumumkan kenaikan tariff tol Rp 500 sehubungan dengan tambahan jalan itu terhitung mulai 20 Juni pukul 00.00 WIB.

Kepala Negara setelah menekan tombol sirine yang menandai dibukanya tol mas Tanjung Priok-Tomang itu meninjau maket pembangunan jalan tersebut. Kepala Negara dan sejumlah menteri kemudian mencoba jalan yang bam diresmikan itu.

Setelah bersama Kepala Negara mencoba jalan tol itu, Menteri PU menjelaskan, dengan tambahan mas jalan sepanjang lebih dari 14 km itu, maka tariff tol naik Rp 500.

Namun tarif itu hanya terbatas untuk tol lingkar dalam kota yang mengalami penambahan mas jalan. Tarif tol di luar tol lingkar itu seperti tol Jagorawi tetap, kata Radinal. Dengan kenaikan itu maka tarif yang tadinya Rp 2.500 menjadi Rp 3.000 dan yang tadinya Rp 3.500 naik menjadi Rp 4.000.

Ia juga menjelaskan, kenaikan tariff Rp 500 itu tidak berlaku untuk kendaraan angkutan umum yang masuk-keluar tol secara komuter (bolak-balik). Angkutan umum itu adalah bus dan metromini. Taksi dan kendaraan carter tetap terkena tariff baru.

Menteri PU mengimbau agar masyarakat pengguna jalan tol menggunakan karcis langganan yang mendapat potongan harga 10 persen.

Komisaris Utama PT. Citra Marga Nusaphala Persada Ny. Siti Hardiyanti Rukmana (Mbak Tutut) dalam laporannya menjelaskan bahwa dengan selesai nya jalan tol baru itu maka terbentuk jaringan tol sepanjang 48,5 km yang memiliki akses ke Bandara Soekarno-Hatta.

Jalan tol lingkar dalam kota itu dibangun dan dioperasikan oleh PT. Citra Marga Nusaphala Persada dan PT. Jasa Marga (Persero).

Jalan tol lingkar menjadi satu kesatuan setelah tahap II Proyek Jalan Pelabuhan sepanjang 6,73 km dari Ancol Timur-Jembatan Tiga selesai sejak Mei lalu dan ruas Tomang-Jembatan Tiga selesai dikerjakan.

Mbak Tutut menjelaskan pembangunan tol Cawang-Tanjung Priok sepanjang 15 km mencatat prestasi baru, karena selesai lima bulan lebih awal dari rencana.

Padahal tingkat kesulitan pembangunannya lebih tinggi dibandingkan dengan pembangunan jalan tol lain. Jalan tol mas baru itu dibangun melayang di atas sungai dan tanah berawa yang tidak stabil.

Dana yang dikeluarkan untuk membangun jalan Tanjung Priok-Ancol Timur (6,4 km) dan Ancol Timur-Jembatan Tiga (6,73 km) sebesar Rp 676 miliar.

Menurut Mbak Tutut, dana itu merupakan pinjaman sindikasi perbankan nasional yang dipimpin Bank Dagang Negara dan Bapindo serta hasil penjualan saham beberapa tahun lalu.

Tingkat bunga pinjaman itu disesuaikan dengan perkembangan pasar dan dikaji setiap tiga bulan sekali, demikian Mbak Tutut.

Hadir dalam acara itu sejumlah menteri kabinet pembangunan VI, wakil negara sahabat, serta para pengusaha swasta.

Sumber : ANTARA (19/06/1996)

_______________________________________________________
[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 322-323.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.