PRESIDEN RESMIKAN PRESIDENT HOTEL & WISMA NUSANTARA BUILDING 27 NOVEMBER

PRESIDEN RESMIKAN PRESIDENT HOTEL & WISMA NUSANTARA BUILDING 27 NOVEMBER [1]

 

Djakarta, Kompas

Presiden Soeharto tanggal 27 November 1972 akan meresmikan pembukaan “President Hotel” dan “Wisma Nusantara building” di Djl. Thamrin, Kedua gedung jang masing2 bertingkat 11 dan 30 itu kini sedang dalam tahap2 penjelesaiannja.

Menurut Direktur PT Wisma Nusantara Internasional Himawan Sundoro hari Djumat, hotel itu akan dipimpin oleh “Japan Air Lines Develoment Coy” sedang Gedung Wisma Nusantara (107 meter) jang sampai saat ini merupakan gedung tertinggi di Asia Tenggara akan dipimpin oleh PT “WNI” seandai pembangunan gedung jang digunakan oleh perusahaan Djepang Mitsui itu menelan biaja 21,6 djuta dollar AS ditambah 4 djuta dollar AS untuk tanahnja dan 2 djuta dollar AS untuk kerangka besinja, jang dahulu ditinggalkan terbengkalai.

Saham dari kedua gedung itu 45 pCt dipegang pihak Indonesia (termasuk pemerintah) PD sedang jang 55 pCt dimiliki Mitsui. Setelah 10 tahun 55 pCt ditangan Indonesia sedang 45 pCt dipihak Djepang. Kemudian setelah 30 tahun saham2nja dimiliki pihak Indonesia seluruhnja.

Sewa US$ 15 per Meter Persegi

Gedung WNB jang chusus untuk kantor tarip sewanja sekitar 10-15 dollar AS permeter persegi setiap bulan. Kini dari lantai nja 40 pCt telah dipesan.

Menurut rentjana dipusat gedung akan dibangun instansi2, radio-telefon oleh DCI kepolisian, Meteorologi dsb, disamping untuk reklame lampu sewa tempat untuk reklame itu 13000 dollar AS perlampu dan telah dipesan dua perusahaan Djepang “Sanyo” dan “Toyota”. Sajang perusahaan nasional atau asing lainnja ketjuali Djepang tidak ada jang mau sehingga nanti seolah2 semuanja berbau Djepang, kata Himawan.

Mengenai “President Hotel” didjelaskan bahwa kapasitasnja 354 kamar dengan tarip 18 dollar untuk single-bed dan 25 dollar untuk twin-bed. Untuk sementara kamar itu belum akan dilengkapi dengan TV atau refrigerator.

Soal Rumah di Djl. Flores

Luas tanah jang dipakai kedua gedung itu seluruhnja 21.000 m2 termasuk tempat parkir jang akan diambilkan dari daerah Djl Flores jang terletak dibelakang gedung itu. Tempat parkir ini mampu memuat 600 buah mobil. Masalah tempat tambahan ini pernah mendjadi sengketa dengan pihak2 jang memiliki rumah disepandjang djalan tersebut mereka kurang puas dengan djumlah penggantiannja.

Menurut Himawan masalah itu kini telah diselesaikan dengan bantuan DCI dan pihak pimpinan kedua gedung. Menjediakan ongkos satu djuta dollar untuk penggantian kerugian. Para pemilik rumah tanggal 12 Djuli harus sudah pindah karena bulan itu djuga rumah2nja akan di bongkar.

Namun dari kalangan pemilik rumah di Djl Flores komplain memperoleh keterangan bahwa sebetulnja mereka masih kurang puas dengan ongkos ganti rugi jang mereka terima. Mereka kurang pertjaja bahwa telah disediakan 1 djuta dollar untuk 18 rumah didjalan tersebut. Karena apa jang mereka terima sebetulnja kurang sesuai dengan nilai rumah masing2. Tapi bagaimanapun menurut kontrak kami memang harus pindah bulan depan, demikian kalangan tersebut. (DTS)

Sumber: KOMPAS (10/06/1972)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku III (1972-1975), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 16-17.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.