PRESIDEN RESMIKAN PABRIK SEMEN BATURAJA MEMBANGUN MANUSIA PEMBANGUNAN PENTING BAGI MASA DEPAN

PRESIDEN RESMIKAN PABRIK SEMEN BATURAJA MEMBANGUN MANUSIA PEMBANGUNAN PENTING BAGI MASA DEPAN

Membangun manusia pembangunan merupakan bagian teramat penting dalam seluruh rangkaian kegiatan pembangunan masa depan Indonesia. Tanpa manusia yang memiliki kemauan dan kemampuan membangun, kekayaan alam yang berlimpah ruah akan tetap tidak terjamah dan kekuatan dana yang besar sekali pun akhirnya akan tidak ada gunanya.

Hal itu dikemukakan Presiden Soeharto di Baturaja, Sumatera Selatan, ketika meresmikan pabrik semen Baturaja dan modernisasi Unit I Pabrik Pupuk Sriwijaya, Palembang, Rabu kemarin.

Dikatakannya, khusus di lapangan industri, persiapan untuk mengembangkan kemampuan manusia, hendaknya terus dilanjutkan dan direncanakan secara seksama, karena di masa datang, Indonesia harus membangun industri secara besar-besaran.

Menghadapi usaha besar-besaran itu, Kepala Negara mengingatkan hendaknya pusat-pusat latihan kerja yang dimiliki oleh industri dimanfaatkan untuk pendidikan. Kerjasama kalangan industri dengan kalangan universitas dan lembaga-lembaga manajemen harus ditingkatkan.

"Pada akhirnya, manusia lah yang menjadi kekuatan pokok keberhasilan pembangunan itu," kata Presiden.

Sehubungan dengan usaha pembangunan pabrik semen dan peningkatan pabrik pupuk Pusri, Presiden menyatakan kegembiraannya karena pekerjaan itu sepenuhnya ditangani oleh putra-putra Indonesia sendiri.

Hal itu menunjukkan bahwa bangsa Indonesia mampu membangun masa depannya sendiri. Bertambah besarnya kemampuan putra-putra Indonesia merupakan kemajuan pembangunan dan sekaligus merupakan kekuatan bagi pembangunan bangsa selanjutnya.

Pabrik Pupuk dan Semen

Presiden menekankan, pemerintah akan terus membangun beberapa pabrik pupuk dan semen lagi, sehingga kebutuhan dalam negeri dapat dicukupi sendiri dan selebihnya dapat diekspor.

Hal itu dikarenakan kebutuhan akan semen dan pupuk terus meningkat dengan cepat akibat gerak laju pembangunan masyarakat.

Produksi semen akan diperbesar dari 8,5 juta ton pada saat sekarang menjadi paling sedikit 17 juta ton setahun pada tahun 1984/1985. Pembangunan pabrik akan disebarkan di berbagai wilayah tanah air yang memiliki bahan baku yang cukup.

Dengan langkah demikian, diharapkan penyaluran produksi dan sekaligus usaha mempertegas tekad untuk memeratakan pembangunan ke seluruh wilayah tanah air terjamin.

Di dalam waktu dekat, akan dilaksanakan dan dipersiapkan pembangunan pabiik semen Andalas di Aceh, pabrik Semen Padang III a dan III b di Sumatera Barat, perluasan pabrik Indosemen dan pabrik semen Cibinong di Jawa Barat, perluasan pabrik semen Nusantara pembangunan pabrik semen baru di Jawa Tengah, perluasan pabrik semen Tonasa di Sulawesi Selatan, pembangunan pabrik semen di Madura dan pabrik semen Kupang di ekspor produk-produk tersebut untuk sernentara dibatasi.

Peningkatan kebutuhan produk industri kimia dasar di dalam negeri yang cukup besar, menurut Menteri, menunjukkan usaha-usaha peningkatan kapasitas produksi masih perlu dilanjutkan terus menerus di masa mendatang.

Pabrik semen Baturaja dibangun berbeda dengan pabrik-pabrik semen yang telah ada di Indonesia. Pabrik dengan 3 unit produksi, masing-masing unit pembuat terak (clinker) di Baturaja dan unit pelumat terak serta pengantongan di Kertapati

Palembang dan Panjang, Lampung, merupakan pabrik semen pertama di Indonesia yang menerapkan konsep terpisah dibawah pengelolaan terpadu.

Menteri Soehoed mengatakan, pembangunan pabri k semen Baturaja bukan merupakan cara yang paling menguntungkan dilihat dari segi biaya investasi dan biaya operasi.

Pabrik semen Baturaja berkapasitas produksi 500.000 ton, dua unit pelumat dan pengantongan semen di Kertapati Panjang masing-masing berkapasitas 250.000 ton (DTS).

Baturaja, Suara Karya

Sumber: SUARA KARYA (30/04/1981)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 378-379.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.